Gemerlap Kota London Sambut Ramadan, Piccadilly Circus Bersinar dengan Cahaya Keberkahan
JAKARTA, GENVOICE.ID - London kembali bersinar dengan kemeriahan Ramadan! Untuk tahun ketiga berturut-turut, Ramadan Lights menerangi jantung ibu kota Inggris, menandai datangnya bulan suci yang penuh berkah.
Dilansir dari BBC International, acara yang diprakarsai oleh Aziz Foundation ini semakin istimewa dengan kehadiran Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, yang secara resmi menyalakan lampu di Piccadilly Circus pada Rabu malam.
Tak hanya di pusat kota, semangat Ramadan juga dirasakan hingga ke berbagai sudut London. Raja Charles III dan Ratu Camilla turut serta dalam menyambut bulan suci ini dengan membantu menyiapkan paket makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bertempat di restoran Darjeeling Express di Soho, mereka bekerja sama dengan tim dapur perempuan untuk mengemas kotak biryani yang akan didistribusikan kepada keluarga kurang mampu melalui Doorstep, sebuah lembaga amal yang mendukung keluarga dalam masa transisi menuju hunian tetap.
Momen hangat ini semakin lengkap dengan pertemuan Raja dan Ratu bersama komunitas Muslim perempuan, termasuk atlet rugby profesional Zainab Alema dan penulis Hajera Memon. Tak hanya itu, mereka juga membantu mengemas kurma dalam kantong kecil yang nantinya akan dikirimkan ke rumah sakit sebagai bagian dari perayaan Ramadan.
Setelah dari Darjeeling Express, Raja Charles melanjutkan kunjungannya ke Imad's Syrian Kitchen, restoran yang didirikan oleh chef Imad Alarnab, seorang pengusaha dan pengungsi asal Suriah. Sebelum tiba di London pada tahun 2015, Alarnab mengelola beberapa restoran di Damaskus, namun semuanya hancur akibat perang. Dengan semangat pantang menyerah, ia membangun kembali mimpinya di London dan membuka restoran pada awal 2020.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, restoran ini menjadi tempat berkumpul bagi komunitas Suriah di Inggris, termasuk sineas, dokter, dan pekerja amal yang turut berbagi cerita dan pengalaman. Kehadiran Raja Charles menambah makna tersendiri bagi para tamu, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah, tetapi juga momen kebersamaan dan solidaritas antarumat beragama.
Dengan cahaya Ramadan yang menyinari Piccadilly Circus dan aksi sosial yang melibatkan berbagai pihak, London sekali lagi membuktikan diri sebagai kota yang merayakan keberagaman dengan penuh cinta. Bulan suci ini tidak hanya menjadi waktu refleksi bagi umat Muslim, tetapi juga kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk berbagi dan mempererat persaudaraan.
Ramadan akan dimulai pada Jumat malam dan berlangsung hingga 30 Maret. Selama 30 hari ke depan, umat Muslim di seluruh dunia akan menjalani ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, merayakan dan merenungi makna spiritualitas serta kepedulian sosial.
0 Comments





- Light Phone III, Ponsel Minimalis dengan Layar AMOLED dan Fitur Baru yang Siap Diluncurkan!
- Amerika Blokir Akses Perpustakaan Kanada
- Berikut Daftar Film yang Wajib Anda Tonton di Bulan Ini!
- Dear Mama: Kisah Cinta, Pengorbanan, dan Warisan Abadi dari Tupac Shakur
- Orang-orang Beralih ke Cara Lama Dalam Mencari Pasangan, Benarkah Kejayaan Aplikasi Kencan Online Mulai Pudar?
- David Frost vs": Menghidupkan Kembali Wawancara Legendaris yang Mengubah Sejarah
- Alan Cumming Ditunjuk sebagai Pembawa Acara BAFTA TV Awards 2025
- Piastri Menangi GP China, Posisi Lawson Terancam?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!