Tanggul Sungai Jebol, Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga di Aceh Tamiang
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tanggul sungai di Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaporkan kembali jebol pada Kamis (waktu setempat), menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga.
Dilansir dari Antara, peristiwa ini memperparah kondisi wilayah yang sebelumnya sudah terdampak banjir bandang dan belum sepenuhnya pulih.
Tokoh pemuda Bendahara Hilir, M Daud, mengatakan tanggul jebol terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam beberapa jam, tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB, debit air terus meningkat hingga banjir meluas ke kawasan permukiman dan jalan penghubung antara Kecamatan Bendahara dan Seruway.
"Air sungai meluap ke jalan dan masuk ke permukiman warga. Kampung kami banjir lagi karena tanggul yang jebol belum diperbaiki," ujar M Daud.
Ia menjelaskan, Kampung Raja sebelumnya masih dalam kondisi darurat pascabanjir bandang pada November 2025. Sejumlah warga bahkan masih mengungsi di tenda ketika banjir susulan kembali terjadi akibat jebolnya tanggul tersebut.
Menurut M Daud, banjir kali ini diduga merupakan kiriman dari wilayah hulu sungai menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan. Kondisi ini memicu kecemasan warga, mengingat banyak titik tanggul di pesisir Kecamatan Bendahara rusak sejak banjir bandang 26 November 2025 dan belum tertangani secara menyeluruh.
"Beberapa titik tanggul di pesisir Bendahara rusak, termasuk di Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang. Sampai sekarang belum diperbaiki, sehingga setiap ada hujan lebat di hulu, kami selalu khawatir banjir kembali datang," katanya.
Sementara itu, banjir juga sempat terjadi di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu (31/12) malam akibat meluapnya sungai di kawasan objek wisata pemandian Gunung Pandan. Namun, Datok Penghulu Kampung Selamat, Suherman, menyebut banjir tersebut tidak berlangsung lama dan surut dalam hitungan jam.
"Air masuk ke kampung sampai kawasan tower ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas, tapi cepat surut. Tidak ada korban dan tidak ada warga yang mengungsi," ujar Suherman.
Hingga kini, warga di wilayah hilir sungai Aceh Tamiang masih berharap adanya percepatan perbaikan tanggul untuk mencegah banjir susulan, terutama di tengah tingginya intensitas hujan di wilayah hulu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!