Razia Geng Narkoba di Brasil Berlangsung Brutal, 119 Orang Tewas, Ada Korban Tanpa Kepala!
Korban Tewas Capai 119 Orang, Keluarga Tuduh Polisi Rio de Janeiro Lakukan Eksekusi di Luar Hukum
JAKARTA, GENVOICE.ID - Ada berita internasional yang menghebohkan dari Rio de Janeiro, Brasil. Operasi besar-besaran untuk memberantas geng narkoba kelas kakap ternyata berlangsung sangat brutal, hingga menewaskan total 119 orang per Rabu (29/10).
Korban tewas itu terdiri dari 115 tersangka geng narkoba dan empat aparat kepolisian.
Operasi Melawan Comando Vermelho
Razia ini bukan operasi biasa, Gen! Ratusan polisi dikerahkan, lengkap dengan helikopter, kendaraan lapis baja, dan drone. Mereka menyerbu dua wilayah kumuh yang dikuasai Comando Vermelho, jaringan perdagangan narkoba tertua dan terkuat di Rio.
Geng narkoba ini pun melawan. Mereka menyita puluhan bus untuk menghalangi jalan dan bahkan menerbangkan drone bahan peledak untuk menyerang polisi.
Sekretaris Polisi Militer, Marcelo de Menezes, mengatakan polisi sengaja mendorong para tersangka ke area hutan dekat kawasan kumuh untuk melindungi warga. Sementara itu, banyak jasad ditemukan hanya menggunakan pakaian dalam karena warga sekitar sudah melepaskan seragam dan senjata mereka.
Tuduhan Eksekusi dan Jasad Tanpa Kepala
Yang bikin kasus ini makin horor adalah tuduhan dari keluarga korban. Mereka menuduh polisi melakukan eksekusi di luar hukum!
Laporan jurnalis AFP menemukan bahwa sehari setelah operasi, warga menemukan puluhan jasad di hutan pinggiran wilayah tersebut. Yang paling mengerikan, ada satu korban ditemukan tanpa kepala!
"Mereka menggorok leher anak saya, memenggalnya, lalu menggantungkan kepalanya di pohon," kata Raquel Tomas, ibu dari korban berusia 19 tahun, dengan suara bergetar.
Pengacara korban juga melaporkan bahwa beberapa jasad ditemukan terikat dan memiliki bekas luka bakar.
Presiden Lula dan PBB Ikut Prihatin
Insiden brutal ini langsung membuat Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menjadi sorotan. Lula menyerukan agar penegakan hukum tidak mengorbankan nyawa warga sipil maupun polisi.
Bukan cuma itu, Gen, Sekjen PBB, Antonio Guterres, juga menyatakan prihatin dan menyerukan agar ada penyelidikan cepat terhadap operasi ini.
Gubernur Rio de Janeiro sendiri mengklaim operasi ini sukses besar, dengan hanya menyebut polisi yang gugur sebagai korban tewas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!