Truk Mogok Diterjang KA Dhoho di Blitar, KAI Soroti Kelalaian di Perlintasan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Insiden kecelakaan kembali terjadi di jalur perkeretaapian, kali ini melibatkan KA Dhoho di wilayah Blitar, Jawa Timur, Selasa (28/4) malam. Sebuah truk dilaporkan tertemper kereta api saat melintas di perlintasan resmi antara Stasiun Blitar dan Stasiun Garum.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi, menambah daftar insiden yang menjadi perhatian serius dalam sistem transportasi kereta api nasional.
Manajer Humas Daop 7 Madiun Tohari menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika sistem peringatan di perlintasan telah aktif. Sirene berbunyi sebagai tanda kereta akan melintas, dan petugas bersiap menutup palang pintu. Namun, truk tetap nekat melaju masuk ke area perlintasan.
Saat berada di tengah jalur, kendaraan tersebut tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi yang menghalangi lintasan kereta. Kondisi ini membuat ruang bebas jalur tidak aman bagi perjalanan kereta api yang sedang melintas.
Petugas penjaga perlintasan sebenarnya telah berupaya memberikan sinyal darurat kepada masinis menggunakan prosedur keselamatan. Namun, jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat benturan tersebut, lokomotif KA Dhoho mengalami gangguan teknis berupa kerusakan pada bagian penting, sehingga perjalanan kereta sempat terhenti di lokasi kejadian. Meski demikian, masinis dan asisten masinis dilaporkan dalam kondisi selamat.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera melakukan penanganan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengatur perjalanan kereta, petugas keamanan, hingga tim teknis sarana. Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga jalur dapat kembali dilalui.
Perbaikan lokomotif kemudian dilakukan, dan kereta sempat bergerak mundur menuju Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas sebagai langkah pengamanan. Setelah dinyatakan aman, KA Dhoho kembali melanjutkan perjalanan meski mengalami keterlambatan lebih dari dua jam.
KAI menegaskan bahwa insiden ini menjadi peringatan keras bagi pengguna jalan agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Tohari menyayangkan tindakan pengemudi yang tetap melintas meski sirene peringatan telah berbunyi.
Ia juga mengingatkan bahwa palang pintu bukan satu-satunya alat keselamatan, melainkan hanya pendukung. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas sebelum perlintasan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan oleh setiap pengguna jalan.
KAI kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta tidak berhenti di area perlintasan. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta tidak hanya bergantung pada operator, tetapi juga pada kesadaran bersama semua pihak.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!