Polda Kalsel Minta Maaf dan Bertanggung Jawab Penuh atas Kecelakaan Maut Libatkan Mobil K-9

Polda Kalsel Minta Maaf dan Bertanggung Jawab Penuh atas Kecelakaan Maut Libatkan Mobil K-9
- (Dok. Bakabar).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Polda Kalimantan Selatan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kecelakaan maut yang melibatkan mobil patroli Unit K-9 milik Direktorat Samapta Polda Kalsel. Insiden tragis tersebut menyebabkan seorang pelajar berinisial MIR meninggal dunia di tempat kejadian.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menemui keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab dan empati atas musibah yang terjadi.

"Kami sudah bertemu dengan pihak keluarga korban sebagai wujud tanggung jawab atas kejadian yang menimpa korban dan personel Polda sekaligus menyampaikan belasungkawa," ujar Adam di Banjarbaru, dilansir dari ANTARA News, Senin (28/7).

Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi ketika mobil dinas K-9 yang mengangkut empat anggota polisi sedang menuju Banjarmasin untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi sebuah gereja. Saat melintas di Jalan Ahmad Yani Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, mobil tersebut bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai korban.

Menurut keterangan polisi, sepeda motor korban secara tiba-tiba berpindah jalur dari kiri ke kanan untuk berbelok di u-turn, tanpa menyalakan lampu sein. Mobil patroli yang datang dari arah Banjarbaru tidak sempat menghindar, sehingga tabrakan tak terelakkan. MIR dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Polda Kalsel menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan. "Jika dalam pemeriksaan ditemukan ada kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan anggota, maka kami akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," tambah Adam.

Penyelidikan kasus ini dilakukan secara bersama oleh Satlantas Polres Banjarbaru dan Ditlantas Polda Kalsel.

Di sisi lain, pihak keluarga korban mengakui bahwa MIR masih dalam tahap belajar mengendarai sepeda motor. Saat kecelakaan terjadi, korban tidak mengenakan helm, belum memiliki SIM, dan hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya di kawasan Gambut, Kabupaten Banjar.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, baik bagi masyarakat umum maupun aparat kepolisian. Polda Kalsel menyatakan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara adil dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE