Harga Energi Naik, Kompor Listrik Makin Dilirik sebagai Solusi Hemat Rumah Tangga
JAKARTA, GENVOICE.ID - Lonjakan harga energi global mulai mendorong perubahan pola konsumsi di tingkat rumah tangga. Salah satu yang kini semakin dilirik adalah penggunaan kompor listrik, terutama jenis induksi, sebagai alternatif yang dinilai lebih efisien dibandingkan gas LPG.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, menyebut peralihan ke kompor listrik dapat membantu menekan konsumsi LPG secara signifikan. Menurutnya, jika penggunaan kompor induksi meluas di rumah tangga, potensi penghematan LPG bisa mencapai lebih dari 130 ton per tahun.
Selain berdampak pada efisiensi energi, langkah ini juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Dalam situasi geopolitik global yang tidak stabil, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, tekanan terhadap harga energi menjadi semakin terasa.
Fabby menilai, elektrifikasi di sektor rumah tangga menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama dari sisi fiskal. Terlebih, biaya penggunaan kompor listrik dianggap lebih kompetitif dibandingkan LPG nonsubsidi, khususnya bagi masyarakat dengan daya beli menengah ke atas.
Pengalaman pengguna juga menunjukkan tren serupa. Andi Arif, salah satu pengguna kompor induksi, mengaku pengeluaran listrik bulanannya hanya bertambah sekitar Rp30.000. Namun, ia tidak lagi terbebani oleh fluktuasi harga gas maupun kebutuhan membeli tabung LPG secara berkala.
Hal senada dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Siti Sarah (45), yang menjalankan usaha katering rumahan, menyebut penggunaan kompor listrik membuat biaya operasional lebih stabil. Selain itu, proses memasak menjadi lebih cepat dan bersih, sehingga meningkatkan produktivitas usahanya.
Pengguna lain, Hevy Prasmawati (31), menyoroti keunggulan kompor listrik dari sisi teknis. Menurutnya, panas yang dihasilkan lebih merata dan stabil. Fitur otomatis yang tersedia juga membantu meningkatkan keamanan saat memasak.
Meski membutuhkan alat masak khusus untuk induksi, efisiensi waktu yang dihasilkan justru membantu menekan konsumsi listrik. Dengan daya sekitar 1.300 watt, proses memasak bisa berlangsung lebih cepat tanpa membuat tagihan melonjak drastis.
Peralihan ke kompor listrik kini tidak lagi sekadar tren gaya hidup. Di tengah tekanan harga energi global, langkah ini mulai dipandang sebagai solusi praktis untuk menjaga efisiensi biaya, baik bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!