Pengungsi Banjir Bandang Gayo Lues Mulai Berkurang, Warga Perlahan Kembali Beraktivitas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktivitas masyarakat di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berangsur pulih setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang sempat berdampak pada lebih dari 6.000 kepala keluarga. Seiring membaiknya kondisi cuaca, jumlah pengungsi di sejumlah titik penampungan kini mulai menurun.
Salah satu lokasi pengungsian berada di kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Blangkejeren, yang menampung warga Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Kepala Desa Agusen, Ramadan, menyebut jumlah pengungsi yang masih bertahan di lokasi tersebut kini tersisa sekitar 70 kepala keluarga atau kurang lebih 200 jiwa.
"Pada awalnya, pascabanjir tanggal 26 November 2025, jumlah pengungsi mencapai 230 KK atau sekitar 691 jiwa," ujar Ramadan saat ditemui di Gayo Lues, Rabu.
Ia menjelaskan, sebagian besar warga yang meninggalkan lokasi pengungsian memilih tinggal sementara bersama keluarga atau menyewa rumah di tempat yang lebih aman. Kepulangan bertahap ini turut dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang semakin stabil.
Menurut Ramadan, membaiknya cuaca memungkinkan warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya di sektor pertanian. Banyak pengungsi mulai kembali mengurus kebun kopi, kakao, tembakau, hingga kemiri yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
"Dengan cuaca yang sudah bagus, mereka bisa kembali berusaha, menyelamatkan harta yang tersisa, dan mulai memanen kopi serta kemiri," jelasnya.
Selain itu, upaya pemberdayaan pengungsi juga terus dilakukan di lokasi penampungan. Kaum ibu dilibatkan dalam berbagai kegiatan produktif, seperti menyiapkan makanan di dapur umum dan membuat kerajinan anyaman tepas.
Anyaman tersebut bahkan dikembangkan menjadi gazebo atau pondok kecil. Ramadan menyebut satu unit gazebo sudah selesai dibuat dan rencananya akan dipromosikan sebagai produk bernilai ekonomi.
"Harapannya ada pemasukan tambahan bagi warga, meski saat ini masih berada di tenda pengungsian," ujarnya.
Ramadan berharap kondisi masyarakat Desa Agusen dan sekitarnya terus membaik dalam waktu dekat. Ia menilai hal tersebut penting, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, agar warga dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan fokus.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!