Banjir Jakarta Disebut Dipicu Hujan Lebat dan Sampah Menumpuk, Gubernur Pramono Soroti Peran Warga
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota dipicu oleh tingginya curah hujan serta persoalan sampah yang menyumbat saluran air.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau kondisi di Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026). Ia menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi pada Senin (4/5) menjadi faktor utama meluapnya sejumlah aliran sungai.
Namun, ia menegaskan bahwa masalah tidak berhenti di faktor cuaca. Tumpukan sampah di saluran air disebut turut memperparah kondisi hingga menyebabkan genangan meluas di berbagai titik.
Menurut Pramono, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi tantangan besar dalam penanganan banjir di Jakarta. Ia mengingatkan bahwa saluran air yang tersumbat bisa memicu banjir, bahkan saat curah hujan tidak terlalu ekstrem.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam menjaga aliran drainase agar tetap lancar. Kesadaran kolektif dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir yang berulang.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus melakukan upaya penanganan, salah satunya melalui pengerukan sungai secara masif. Beberapa sungai yang menjadi fokus antara lain Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air dan mengurangi potensi luapan saat hujan deras terjadi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat, Timur, dan Selatan masih terdampak banjir hingga Selasa pagi. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 2,4 meter.
Selain itu, sejumlah kali seperti Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Mampang, hingga Kali Ciliwung dilaporkan meluap akibat tingginya intensitas hujan.
Kondisi ini kembali menegaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta tidak hanya bergantung pada faktor alam, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!