Pertanyaan Dilarang, Simak Tips Psikolog Cara Hadapi Orang Berduka Tanpa Bikin Trauma!

Pertanyaan Dilarang, Simak Tips Psikolog Cara Hadapi Orang Berduka Tanpa Bikin Trauma!
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Menghadapi situasi saat ada teman atau kerabat yang baru saja kehilangan orang tersayang emang sering banget bikin kita serba salah, Gen. Niat hati pengen kasih support dan perhatian, eh tapi kalau salah pilih kata malah bisa bikin suasana makin runyam atau bahkan nambah beban mental buat mereka yang lagi sedih. Masalah komunikasi ini biasanya muncul karena kita terlalu kepo atau pengen tahu detail kejadian tanpa mikirin kondisi emosional orang yang lagi berduka tersebut.

Padahal, bagi mereka yang baru saja ditinggal pergi selamanya, setiap kata yang kita ucapkan itu punya dampak yang sangat gede banget. Alih-alih merasa terhibur, pertanyaan yang nggak sensitif justru bisa memaksa mereka buat mutar ulang momen traumatis yang sebenarnya pengen mereka lupain sejenak.

Penting buat kita paham kalau duka itu adalah proses yang sangat personal dan setiap orang punya cara beda-beda buat menghadapinya. Supaya kamu nggak dicap sebagai teman yang nggak punya empati atau malah dicap toxic, ada baiknya dengerin saran dari ahlinya soal batasan-batasan apa saja yang harus kita jaga pas lagi takziah atau ngelayat, Gen.

Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, M.Psi., ngasih peringatan keras soal jenis pertanyaan yang mending kamu simpan saja sendiri. Menurutnya, kepo soal detail kematian itu sangat dilarang kalau bukan mereka duluan yang cerita.

"Jangan langsung menanyakan detail kematian seperti kapan meninggal, sakit apa, kok bisa dan terakhir ketemu kapan," kata Ratriana, dilansir dari ANTARA.

Pertanyaan model begini bisa bikin mereka ngerasa dipaksa buat ngulang trauma di saat mentalnya belum siap. Selain itu, Ratriana juga ngingetin buat nggak ngeluarin kalimat yang nadanya nyalahin, meskipun kamu nggak sengaja. Contohnya nanya kenapa telat dibawa ke RS atau kenapa nggak dapet penanganan lebih cepet.

"Pertanyaan seperti ini meskipun tidak bermaksud menyalahkan, sering membuat orang yang berduka merasa bersalah dan jadi mempertanyakan dirinya sendiri apa yang sudah dia lakukan selama ini buat orang yang sudah pergi," jelas psikolog yang praktik di Bekasi ini.

Nggak cuma soal pertanyaan, pernyataan kayak "kamu harus kuat" atau "yang tabah ya" ternyata juga nggak selalu bagus, Gen. Kalimat itu justru bisa nutup ruang buat mereka buat merasa rapuh. Padahal, kalau emosi nggak diproses dan dipendam terus, efeknya bisa buruk banget buat jangka panjang. Satu lagi yang paling nyebelin adalah jangan pernah "adu nasib". Jangan bandingin duka mereka sama pengalaman sedih kamu di masa lalu, karena itu cuma bikin mereka merasa nggak dipahami.

Dukungan terbaik itu sebenarnya simpel banget: cukup hadir buat mereka tanpa menghakimi dan kasih mereka waktu serta ruang seluas-luasnya buat sembuh pelan-pelan.

Menurut Gen, kalimat apa sih yang paling nyesek kalau diucapin orang pas kita lagi berduka, dan gimana cara kamu biasanya nenangin diri sendiri?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE