Rupiah Terus Melemah, Kini Dolar AS Tembus Rp17.700
JAKARTA, Genvoice.id - Nilai tukar rupiah kembali tertekan di pasar valuta asing. Sepanjang perdagangan Kamis (25/9), rupiah bergerak melemah dan semakin sulit keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat. Tren ini membuat pasar kian waspada, sebab sejumlah proyeksi menyebut rupiah berpotensi merosot hingga kisaran Rp17.700 per USD bila gejolak global tak kunjung reda.
Pada sesi pembukaan, rupiah sudah berada di posisi Rp16.726 per USD, melemah 42 poin atau 0,25 persen dibanding sehari sebelumnya. Pelemahan berlanjut hingga tengah hari, ketika kurs sempat menyentuh Rp16.762 per USD. Menjelang penutupan, nilai tukar masih tertahan di sekitar Rp16.735 per USD, menandai pelemahan 0,39 persen.
Angka ini menunjukkan tren konsisten dalam beberapa pekan terakhir, di mana rupiah sulit mempertahankan level Rp16.500. Kondisi ini semakin menegaskan kerentanan rupiah terhadap sentimen global.
Beberapa analis menilai, kekuatan dolar AS di pasar global menjadi pemicu melemahnya rupiah. Permintaan terhadap dolar meningkat tajam seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan spekulasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Faktor lain, investor asing tercatat melepas portofolio di pasar obligasi dan saham Indonesia, sehingga menekan pasokan dolar di dalam negeri. Isu defisit anggaran dan proyeksi pertumbuhan yang melambat ikut menambah beban.
Meski kurs riil saat ini masih di kisaran Rp16.700-Rp16.800, sejumlah ekonom memperingatkan potensi rupiah terpuruk lebih dalam. Level Rp17.700 dipandang sebagai skenario terburuk yang bisa terjadi bila dolar terus menguat, sementara intervensi bank sentral tak cukup menahan arus modal keluar.
Secara teknis, bila rupiah menembus lebih dari Rp17.000, psikologi pasar bisa mendorong pelemahan lebih cepat. Ekspektasi negatif semacam ini kerap mempercepat pelemahan meski faktor fundamental belum sepenuhnya berubah.
Pemerintah dan Bank Indonesia menyatakan terus berupaya menjaga stabilitas. Bauran kebijakan fiskal, intervensi pasar, hingga koordinasi dengan lembaga internasional disebut sebagai langkah utama menghadapi gejolak.
Bagi masyarakat, kondisi ini menjadi sinyal penting untuk lebih berhati-hati. Lonjakan kurs hingga Rp17.700 mungkin belum terjadi saat ini, namun bayangannya cukup kuat untuk membuat pelaku pasar menahan diri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!