Taiwan Beats Perluas Jejak di Indonesia, Musisi Taiwan Jajal Pasar Musik Lokal

Program Taiwan Beats mempertemukan musisi dan pelaku industri Taiwan dengan mitra Indonesia melalui festival, forum musik, hingga business matching.

Taiwan Beats Perluas Jejak di Indonesia, Musisi Taiwan Jajal Pasar Musik Lokal
Taiwan Beats 2026. - (Dok. genvoice.id/Afifa Khoirunnisa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sejumlah musisi dan pelaku industri musik Taiwan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk memperluas pertukaran budaya sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor musik. Kegiatan tersebut berlangsung melalui program Taiwan Beats yang menggandeng LaLaLa Festival sebagai salah satu platform musik besar di Jakarta.

Program ini digagas oleh Taiwan Colors Music dan NpCC dengan dukungan Biro Pengembangan Audiovisual dan Industri Musik Kementerian Kebudayaan Taiwan. Selain menghadirkan musisi Taiwan ke panggung festival, rangkaian kegiatan juga mencakup forum musik, pertemuan bisnis, serta penjajakan kolaborasi antara pelaku industri kedua negara.

Musisi Taiwan Tampil di LaLaLa Festival

Melalui kerja sama dengan kurator LaLaLa Festival, dua musisi Taiwan, LINION dan MANAGONA 草本藥師, dipilih untuk tampil dalam festival tersebut. Kehadiran keduanya menjadi kesempatan bagi penonton Indonesia untuk mengenal lebih jauh karakter musik populer Taiwan.

LINION tampil dengan warna musik R&B dan soul yang mengalir serta menghadirkan suasana khas Taiwan. Sementara itu, MANAGONA 草本藥師 membawa pendekatan seni suara kontemporer avant-garde yang lebih eksperimental dan penuh energi.

Selain kedua musisi tersebut, terdapat Wendy Wander 溫蒂漫步 yang hadir melalui program pertukaran dengan FIREBALL Fest. Drunk Monk 撞克茫客 juga tampil dalam rangkaian festival setelah dipilih oleh Taipei Music Center.

Wendy Wander membawa nuansa musik romantis, santai, melankolis, dan sedikit psikedelik. Sementara Drunk Monk menghadirkan karakter rock yang lebih eksplosif dengan energi kuat serta kegelisahan yang menjadi ciri khas penampilannya.

Taiwan dan Indonesia Bahas Peluang Bisnis Musik

Rangkaian Taiwan Beats tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik. Pada 24 Agustus, digelar pula pertemuan pertukaran dan business matching musisi Taiwan-Indonesia serta Forum Musik dan Budaya Taiwan-Indonesia di Jakarta.

Hampir 50 pelaku utama industri musik dari kedua negara ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka membahas berbagai peluang kerja sama sekaligus bertukar pandangan mengenai perkembangan festival, pertunjukan komersial, dan pasar musik di Taiwan maupun Indonesia.

Pendiri LaLaLa Festival sekaligus CEO The Group, Donny Heru, turut hadir dalam forum tersebut. Ia berdialog dengan peneliti seni dan budaya serta isu pekerja migran Taiwan, Wu Ting-kuan, mengenai perkembangan industri musik dan ekosistem kreatif kedua negara.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar di Biji World, Bali dengan melibatkan hampir 30 pelaku industri musik Taiwan dan Indonesia. Forum tersebut turut menghadirkan pendiri Ubud Folk Fest, Rizal Hadi, untuk membahas perkembangan ekosistem musik dan lingkungan kreatif kedua negara.

Irene Umar Dorong Kolaborasi Lintas Industri

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar, menilai musik memiliki peran lebih luas daripada sekadar aktivitas komersial. Menurutnya, musik dapat menjadi ruang pertemuan emosi, kreativitas, dan gagasan yang kemudian berkembang ke berbagai sektor industri kreatif.

Irene juga mendorong agar hubungan antara Taiwan dan Indonesia melalui musik diperluas ke bidang lain seperti fesyen, desain, serta seni audiovisual. Ia berharap pertukaran tersebut membuat delegasi Taiwan semakin memahami karakter musik dan budaya Indonesia.

Dari sisi Taiwan, LaLaLa Festival dinilai memiliki posisi penting sebagai salah satu pintu masuk menuju pasar musik Asia Tenggara. Platform tersebut diharapkan dapat membantu musisi Taiwan menjangkau pendengar internasional sekaligus membuka ruang dialog bisnis dengan pelaku industri lokal.

Indonesia Jadi Pasar Baru Musik Taiwan

Program perluasan pasar musik populer Taiwan ke Asia Tenggara sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Indonesia kemudian menjadi negara baru yang masuk dalam program tersebut pada 2026 setelah sebelumnya Taiwan menjadikan Thailand sebagai salah satu tujuan awal ekspansi.

Delegasi Taiwan melakukan kunjungan selama lima hari sejak 21 Agustus dengan mengunjungi Bali dan Jakarta. Selain menyaksikan perkembangan industri musik lokal, mereka juga mendatangi perusahaan produksi musik Antida Music dan bertemu dengan kurator festival, label rekaman, pengelola venue, serta media.

Indonesia dipandang memiliki potensi besar sebagai mitra budaya dan industri musik Taiwan. Hubungan kedua negara juga dinilai semakin dekat melalui keberadaan pekerja migran dan warga pendatang baru asal Indonesia di Taiwan.

Melalui program Taiwan Beats, pihak Taiwan berharap hubungan industri musik kedua negara tidak berhenti pada pertunjukan di festival. Kerja sama ke depan diharapkan dapat berkembang ke bidang manajemen pertunjukan, lisensi musik, kolaborasi lintas merek, hingga berbagai bentuk kerja sama kreatif lainnya.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE