Donald Trump Sindir PBB, Singgung Eskalator dan Teleprompter yang Rusak

Donald Trump Sindir PBB, Singgung Eskalator dan Teleprompter yang Rusak
Eskalator mati saat Trump dan Melania menuju ruang sidang PBB. - (Dok. REUTERS/Kylie Cooper).

JAKARTA, Genvoice.id - Di tengah kemegahan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyempatkan diri menyindir institusi dunia itu dengan cara tak biasa, ia mengeluhkan eskalator yang mendadak berhenti dan teleprompter yang tak berfungsi. Sindiran tersebut langsung menjadi sorotan media internasional.

Saat tiba di markas PBB di New York bersama Ibu Negara Melania Trump, eskalator yang digunakan keduanya mendadak berhenti. Selain itu, ketika pidatonya dimulai, Trump sempat menyebut bahwa teleprompter tak berfungsi dengan baik. Trump kemudian mengangkat insiden ini di hadapan para delegasi.

"Saya hanya dapat dua hal dari PBB, eskalator yang rusak dan teleprompter yang jelek," ujar Trump saat berpidato dalam Sidang Umum PBB seperti yang dikutip dari Kumparan pada Rabu (24/9).

Menanggapi sindiran tersebut, PBB melalui juru bicaranya, Stéphane Dujarric, menyatakan bahwa eskalator berhenti bukan karena kerusakan permanen, melainkan karena sistem pengaman bawaan terpicu. Ini dipicu oleh seorang videografer dari delegasi AS yang, menurut PBB, berjalan mundur sambil merekam ke arah eskalator, dan kemungkinan memicu sensor pengamanan.

Mengenai teleprompter, PBB menyatakan bahwa perangkat teleprompter PBB berfungsi normal. Ia juga menyebut bahwa Gedung Putih sendiri yang mengoperasikan teleprompter milik Trump.

Sementara itu, Gedung Putih merespons dengan serius sindiran Trump. Juru bicara Karoline Leavitt menyatakan agar pihak PBB menyelidiki kejadian tersebut dan jika terbukti disengaja, petugas yang bertanggung jawab mengoperasionalkan itu harus dipecat.

Walau insiden eskalator dan teleprompter menjadi momen yang paling diingat, pidato Trump tidak hanya berkutat pada kritikan teknis terhadap PBB. Dalam durasi sekitar 56 menit, yang jauh melampaui batas resmi yang ditetapkan selama 15 menit, Trump membahas isu imigrasi, kebijakan energi, dan skeptisisme terhadap agenda perubahan iklim.

Sindiran Trump terhadap fasilitas PBB bisa dianggap sebagai strategi retorika untuk merendahkan citra lembaga dunia di hadapan hadirin global. Dengan memperlihatkan kekurangan teknis, ia berusaha menyampaikan pesan bahwa PBB lemah dan tak efektif, bukan sekadar dalam bidang diplomasi tetapi juga secara operasional.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE