Viral ASN Main Judi Online, Gubernur DKI Ancam Tak Kasih Promosi Jabatan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, fenomena judi online alias judol lagi-lagi bikin heboh! Kali ini yang jadi sorotan bukan cuma masyarakat biasa, tapi juga Aparatur Sipil Negara alias ASN. Jumlah pemainnya nggak main-main, dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, langsung angkat suara dengan sikap tegas.
Dalam pernyataannya di Balai Kota Jakarta, Pramono bilang bahwa ASN yang masih nekat main judol setelah dibina bakal kena sanksi keras. Salah satunya: nggak bakal dapet promosi jabatan.
"Salah satu sanksi yang akan diberikan adalah tidak akan pernah kita promosikan," ujar Pramono, Kamis, dilansir dari ANTARA.
Pramono juga udah minta jajarannya untuk lebih serius menindak para pelaku judol di lingkungan Pemprov DKI. Tapi, dia juga menyadari bahwa nggak semua pelaku itu murni penjahat. Ada juga yang terjerat karena jadi korban.
Karena itu, Pramono ngajak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) buat turun tangan. Tujuannya? Ya, supaya para ASN yang ketahuan main judol bisa dapet pembinaan lebih dulu sebelum dijatuhin sanksi.
"Kalau mereka terlibat dalam judol, tentunya saya minta untuk dilakukan pembinaan. Kalau memang masih bisa diperbaiki, ya diperbaiki. Kalau nggak, ya sudah, pasti akan dikenakan sanksi," lanjutnya.
Masalah ini makin serius karena datanya bikin kaget. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkap bahwa sekitar 600 ribu warga Jakarta tercatat ikut main judol. Angka transaksinya? Gila-gilaan, Gen!
"Di DKI Jakarta saja 600 ribu pemain judol dan angkanya itu untuk deposit saja lebih dari Rp3 triliun dalam satu tahun. Transaksinya 17,5 juta kali transaksi," kata Ivan.
Bayangin, Rp3 triliun cuma buat deposit selama setahun, dan itu belum termasuk total transaksi lainnya. Nggak heran pemerintah langsung gas pol buat atasi kasus ini.
Fenomena judol di kalangan ASN ini jelas jadi perhatian serius. Bukan cuma soal uang atau aturan kantor, tapi juga soal tanggung jawab dan kepercayaan publik yang dipertaruhkan. Ketika seseorang memutuskan jadi ASN, artinya dia juga siap jadi contoh buat masyarakat. Kalau malah ikut-ikutan main judi online, gimana masyarakat bisa percaya sama sistem pemerintahan?
Jadi, langkah tegas yang diambil Gubernur Pram bukan cuma soal disiplin, tapi juga bentuk perlindungan agar integritas birokrasi tetap terjaga. ASN yang bisa dibina tentu akan dibantu, tapi yang bandel dan gak bisa diubah, siap-siap aja kena sanksi.
Semoga dengan sikap tegas ini, para ASN-dan kita semua juga-bisa makin sadar untuk gak main-main sama hal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Yuk Gen, bijak dalam menggunakan internet dan uang, jangan sampai tergoda hal instan yang ujung-ujungnya malah ngerugiin hidup kamu sendiri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!