Akhir dari "Raja Judi Online Asia Tenggara": She Zhijiang Diekstradisi ke China

Akhir dari "Raja Judi Online Asia Tenggara": She Zhijiang Diekstradisi ke China
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Babak panjang pelarian She Zhijiang, sosok yang dijuluki "Raja Judi Online Asia Tenggara", akhirnya berakhir.

Pria berusia 43 tahun asal China itu resmi diekstradisi dari Thailand ke negaranya setelah lebih dari sepuluh tahun menjadi buronan internasional.

Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, tapi juga menandai perubahan besar dalam kerja sama regional antara Thailand dan China dalam memberantas kejahatan siber lintas negara.

Ekstradisi She terjadi hanya beberapa hari menjelang kunjungan kenegaraan Raja Thailand ke Beijing, yang disebut banyak pihak sebagai simbol semakin eratnya hubungan kedua negara di tengah ancaman kejahatan digital yang kian meluas di Asia Tenggara.

She ditangkap di Bangkok pada 2022 atas permintaan Interpol, setelah diketahui mengendalikan jaringan judi online dan penipuan siber berskala besar.

Operasi haramnya disebut-sebut berpusat di beberapa negara, mulai dari Myanmar hingga Filipina dan Kamboja, dengan keuntungan yang mencapai miliaran dolar AS.

Lahir di provinsi Hunan, China, She dikenal sebagai programer otodidak yang sempat dipenjara karena kasus lotre ilegal pada 2014. Bukannya berhenti, ia justru memindahkan bisnis gelapnya ke luar negeri dan membangun jaringan yang jauh lebih luas.

Salah satu proyeknya yang paling kontroversial adalah Kota Shwe Kokko di Myanmar, kawasan yang awalnya digembar-gemborkan sebagai resor mewah untuk wisatawan China, namun kemudian terbongkar sebagai pusat operasi judi dan penipuan daring terbesar di kawasan.

Menurut laporan Departemen Keuangan AS, She memiliki beberapa paspor dan menggunakan perusahaan cangkang untuk mengatur perputaran dana di berbagai negara Asia Tenggara. Ia disebut berhasil memanfaatkan celah hukum dan lemahnya pengawasan digital di kawasan untuk membangun "kerajaan gelap" yang beroperasi nyaris tanpa batas negara.

Kasus She Zhijiang kini dianggap sebagai simbol kejatuhan era ekonomi digital bayangan di Asia Tenggara, dunia paralel tempat bisnis ilegal, judi online, dan perdagangan manusia saling terhubung di balik layar. Dengan diekstradisinya She ke China, banyak pihak menilai ini bukan hanya akhir dari pelarian satu orang, melainkan juga awal dari perang baru melawan kejahatan siber lintas negara yang selama ini menodai citra kawasan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE