Trump Sebut Konflik AS-Iran Bisa Berakhir Sebelum Pemilu Sela 2026

Trump Sebut Konflik AS-Iran Bisa Berakhir Sebelum Pemilu Sela 2026
- (Dok. NPR).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan konflik antara negaranya dan Iran berpeluang berakhir sebelum pemilu sela AS pada November 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9).

Trump menyebut penyelesaian konflik dapat tercapai dalam waktu dekat, meski pada kesempatan yang sama ia juga mengatakan kesepakatan dengan Iran kemungkinan baru terjadi setelah pemilu sela.

"Kami berpendapat bahwa situasi dengan Iran bisa berakhir tepat setelah pemilihan sela dan mungkin, bahkan, sebelum itu," kata Trump.

Pemilu sela Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. Pemungutan suara tersebut akan menentukan sejumlah kursi di Kongres AS, termasuk seluruh 435 kursi DPR serta 35 dari 100 kursi Senat.

Pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya konflik muncul ketika perang AS-Iran telah berlangsung selama berbulan-bulan. Konflik tersebut dimulai pada 28 Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan sejumlah target yang terkait dengan kepentingan AS.

Pada pertengahan tahun, Washington dan Teheran sempat mencapai nota kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak menghentikan konflik secara permanen karena serangan kembali terjadi di antara kedua pihak.

Dalam pidatonya di PBB, Trump juga mengatakan dirinya tengah menghadapi keputusan mengenai apakah akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil langkah militer lebih lanjut. Di sisi lain, upaya diplomatik untuk mencari penyelesaian konflik terus berlangsung di tengah agenda Sidang Umum PBB.

Perkembangan konflik tersebut turut menjadi perhatian menjelang pemilu sela AS. Harga minyak dan bahan bakar menjadi salah satu dampak ekonomi yang berkaitan dengan perang, sementara pemerintahan Trump menghadapi tekanan untuk menangani kenaikan harga energi.

Trump sebelumnya juga menyatakan pada September bahwa dirinya berharap konflik dengan Iran segera berakhir. Hingga Sidang Umum PBB berlangsung, perang tersebut masih belum memiliki penyelesaian final dan pembicaraan mengenai kemungkinan kesepakatan antara Washington dan Teheran masih menjadi bagian dari upaya diplomatik.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE