Lupa Niat Puasa Ramadan, Ini Solusi Dan Cara Mengatasinya Menurut Ulama Biar Ibadah Tetap Sah Tanpa Perlu Batal

Lupa Niat Puasa Ramadan, Ini Solusi Dan Cara Mengatasinya Menurut Ulama Biar Ibadah Tetap Sah Tanpa Perlu Batal
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Masalah lupa niat puasa di malam hari sering banget jadi drama yang bikin kita panik saat bangun tidur di pagi hari bulan Ramadan 2026 ini. Rasanya campur aduk antara merasa berdosa, bingung apakah puasa tetap bisa dilanjutin, atau malah merasa ibadah seharian bakal sia-sia cuma gara-gara satu hal kecil yang terlewat. Padahal, niat adalah kunci utama dalam setiap ibadah, dan dalam puasa wajib seperti Ramadan, niat harusnya sudah dipasang di dalam hati sejak malam hari sebelum adzan subuh berkumandang.

Namun, sebagai manusia yang kadang punya jadwal super padat atau kelelahan setelah aktivitas seharian, lupa niat sebelum tidur atau saat sahur adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Kondisi ini sering kali memicu perdebatan di tongkrongan atau di grup WhatsApp keluarga tentang keabsahan puasa tersebut.

Ada yang bilang puasanya nggak sah dan harus langsung buka, ada juga yang bilang bisa dilanjut tapi nggak dapet pahala. Daripada kita terjebak dalam simpang siur informasi yang nggak jelas dasarnya, penting banget buat dengerin penjelasan dari para ahli di bidang agama yang memang punya dasar ilmu yang kuat.

Memahami solusi fikih soal lupa niat ini bakal bikin hati kamu lebih tenang dan nggak gampang mutusin buat batalin puasa begitu saja saat baru bangun tidur. Ternyata, para ulama besar sudah menyiapkan "jalan keluar" yang memudahkan kita agar tetap bisa mengejar keberkahan bulan suci meskipun ada faktor kelalaian yang tidak disengaja, nih Gen.

Menurut Ustadz Alhafiz Kurniawan yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU, ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil sebagai solusi jika kejadian lupa niat ini menimpa kamu. Beliau memaparkan pandangan dari sudut pandang Mazhab Syafi'i dan juga mazhab lainnya untuk memberikan keringanan bagi umat Muslim.

Strategi Niat Agar Tidak Kecolongan

Ulama dari Mazhab Syafi'i memberikan tiga rekomendasi utama agar puasa kita tetap terjaga sepanjang bulan. Pertama, kita memang diwajibkan berniat setiap malam. Kedua, sangat dianjurkan untuk melafalkan niat tersebut secara lisan untuk membantu kemantapan hati. Ketiga, ada satu trik aman yang bisa dilakukan di awal bulan:

"Para ulama Mazhab Syafi'i menganjurkan tiga hal, berniat setiap malam, dianjurkan melafalkan niat, dan di awal Ramadhan berniat untuk melaksanakan puasa selama sebulan penuh, mengikuti pandangan Imam Malik," katanya, dilansir dari ANTARA.

Jadi, dengan mengikuti pandangan Imam Malik yang berniat puasa sebulan penuh di malam pertama Ramadan, ini bisa jadi jaring pengaman kalau suatu saat kita benar-benar lupa niat harian di malam-malam berikutnya.

Solusi Saat Terlanjur Lupa Di Pagi Hari

Lalu, gimana kalau kita benar-benar baru ingat pas matahari sudah terbit kalau semalam belum niat? Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa kamu nggak perlu langsung membatalkan puasa atau makan secara sengaja. Solusinya adalah cukup pasang niat di pagi hari saat kamu baru teringat. Hal ini sejalan dengan pandangan Imam Abu Hanifah yang menyebutkan kalau orang yang lupa niat sebelum fajar, bukan berarti puasanya langsung nggak sah, tapi dianggap kurang sempurna saja. Beliau menambahkan:

"Memasang niat di pagi hari atau setelah Subuh berlalu, sementara semalaman belum sempat berniat di dalam hati, maka niat tersebut cukup dilakukan ketika ia ingat di pagi hari atau awal siang," ucap Alhafiz.

Penting juga buat dibedain ya, niat itu sebenarnya adalah aktivitas batin atau sikap hati kamu, sedangkan pelafalan yang sering diucapkan masyarakat Indonesia itu cuma sarana untuk membantu batin kita. Karena puasa Ramadan hukumnya wajib dan dilakukan pada waktunya secara tunai, niat jadi hal yang krusial yang bedain puasa ini dengan puasa pengganti atau qadha. Jadi, kalau kamu lupa semalam, jangan langsung menyerah ya, niatkan saja pas ingat di pagi hari dan lanjutin puasanya sampai maghrib.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE