Polri Bangun Tenda Darurat, Siswa Poso Tetap Bisa Belajar Pascagempa

Polri Bangun Tenda Darurat, Siswa Poso Tetap Bisa Belajar Pascagempa
- (Dok. Teraskabar).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, meninggalkan kerusakan cukup parah, terutama pada bangunan sekolah. Salah satunya adalah SMPN 2 Poso Pesisir, yang ruang kelasnya retak dan tak lagi aman digunakan. Namun, di tengah situasi sulit ini, Polri melalui Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya bergerak cepat dengan mendirikan tenda darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan.

Kasatgas III Preventif Operasi Madago Raya, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, menjelaskan bahwa pemasangan tenda darurat dilakukan setelah menerima permintaan dari pihak sekolah. Langkah ini diambil untuk memastikan siswa tetap dapat mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sesuai jadwal meski sekolah mereka rusak akibat gempa.

"Ini bentuk kepedulian kami agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan belajar dan tetap bisa melaksanakan ANBK dengan aman," kata Kurniawan di Poso, dilansir dariANTARA News, Kamis (21/8).

Menurutnya, tenda darurat tersebut disiapkan khusus untuk mendukung pelaksanaan ANBK selama sepekan. Dengan adanya fasilitas ini, siswa bisa tetap menggunakan perangkat komputer tanpa khawatir akan keselamatan mereka di dalam gedung yang rusak.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan Satgas Madago Raya bukan hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan bahwa negara hadir membantu masyarakat di tengah bencana. "Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan. Kami juga hadir untuk mencari solusi, salah satunya dengan menyediakan ruang belajar darurat bagi anak-anak Poso," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi lebih dari sepuluh gempa susulan setelah guncangan utama. Episenter gempa terletak di laut, sekitar 13 kilometer barat laut Kota Poso, pada kedalaman 10 kilometer. Akibatnya, 254 rumah warga rusak, sementara sejumlah sekolah, termasuk SMPN 2 Poso Pesisir, mengalami kerusakan berat.

Kementerian Sosial juga telah mengirim tim untuk memberikan layanan psikososial kepada anak-anak SD yang terdampak, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan program pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak.

Upaya cepat Polri mendirikan tenda belajar darurat di sekolah ini menjadi simbol penting: pendidikan harus tetap berjalan meski bencana melanda. Kehadiran tenda bukan sekadar fasilitas sementara, melainkan harapan bagi anak-anak Poso untuk terus menatap masa depan tanpa harus tertunda oleh gempa.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE