Penjelasan Ending "Backrooms", Nasib Mary dan Misteri Ruang Tak Berujung yang Bikin Bingung Penonton

Penjelasan Ending "Backrooms", Nasib Mary dan Misteri Ruang Tak Berujung yang Bikin Bingung Penonton
- (Dok. Forbes).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Film horor psikologis "Backrooms" tidak hanya mencuri perhatian lewat kesuksesannya di box office, tetapi juga karena ending-nya yang memicu berbagai teori di kalangan penonton. Karya debut sutradara muda Kane Parsons itu menyisakan banyak pertanyaan, terutama mengenai nasib Mary dan misteri sebenarnya di balik The Backrooms.

Peringatan, Artikel Ini Mengandung Spoiler!

Menjelang akhir film, Mary memasuki The Backrooms untuk mencari Clark yang sebelumnya menghilang di dalam labirin misterius tersebut. Setelah berhasil menemukannya, situasi justru berubah menjadi semakin mencekam ketika Clark menyerang Mary hingga tidak sadarkan diri.

Saat terbangun, Mary mengetahui bahwa Clark telah menghabiskan waktu cukup lama di The Backrooms dan hidup berdampingan dengan makhluk aneh bernama Still Life. Sosok-sosok itu menyerupai manusia, tetapi memiliki bentuk yang tidak sempurna dan tampak seperti replika yang rusak.

Dalam salah satu adegan penting, Clark memaksa Mary melanjutkan sesi terapi yang biasa mereka lakukan di dunia nyata. Mary kemudian mengungkap bahwa akar masalah Clark bukan berasal dari orang lain, melainkan dari dirinya sendiri yang terus terjebak dalam rasa kecewa, kegagalan, dan penyesalan.

Pengakuan tersebut membuat Clark tersadar. Namun momen itu tidak berlangsung lama karena kemunculan monster Lifeform yang menyerupai dirinya. Makhluk tersebut kemudian membunuh Clark dan berbalik mengejar Mary di sepanjang lorong The Backrooms.

Pengejaran berakhir di sebuah ruangan berisi tabung gas. Mary berusaha melawan, tetapi kebocoran gas membuatnya kehilangan kesadaran. Ketika terbangun kembali, ia tidak lagi berada di The Backrooms, melainkan di sebuah fasilitas penelitian yang dikelola perusahaan bernama Async.

Di tempat itu, seorang ilmuwan bernama Phil menjelaskan bahwa Async awalnya mengembangkan teknologi pemindaian sebelum menemukan The Backrooms. Menurut penjelasannya, ruang misterius tersebut tampaknya berfungsi seperti gema dari ingatan manusia. Karena itulah berbagai lokasi di dalamnya terasa familiar, tetapi selalu muncul dalam bentuk yang tidak sempurna.

Penjelasan tersebut kemudian diikuti rangkaian adegan yang menampilkan kenangan masa lalu Mary. Film ditutup dengan sosok yang menyerupai Mary duduk sendirian di The Backrooms dalam bentuk Still Life, meninggalkan tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Banyak pihak memiliki interpretasi berbeda mengenai ending film ini. Salah satu teori menyebut Mary telah menghabiskan cukup banyak waktu di The Backrooms hingga tempat tersebut menciptakan salinan dirinya yang akan terus berada di sana. Teori lain menilai The Backrooms adalah representasi alam bawah sadar yang menyimpan trauma, kenangan, dan beban psikologis manusia.

Dalam sudut pandang tersebut, Clark dan Mary sama-sama terjebak oleh luka batin mereka. Monster yang muncul bukan sekadar makhluk mengerikan, melainkan manifestasi dari trauma dan kenangan yang direkonstruksi secara tidak sempurna oleh The Backrooms.

Meski berbagai teori bermunculan, Kane Parsons memilih tidak memberikan jawaban pasti. Sang sutradara mengaku sengaja membiarkan penonton menafsirkan sendiri makna akhir film tersebut. Namun, ia sempat mengonfirmasi satu hal yang membuat misteri semakin menarik.

Menurut Parsons, seluruh peristiwa yang terjadi dalam "Backrooms" bukanlah mimpi.

Keputusan itu membuat akhir "Backrooms" tetap menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar film horor. Apakah Mary benar-benar berhasil keluar, atau sebagian dirinya masih terjebak selamanya di dalam lorong-lorong tak berujung tersebut, menjadi pertanyaan yang hingga kini belum memiliki jawaban pasti.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE