Imbas Rupiah Melemah, Chef Arnold Poernomo Keluhkan Harga Daging Naik
JAKARTA, GENVOICE.ID - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor kuliner di Indonesia. Salah satu yang ikut merasakan efeknya adalah Chef Arnold Poernomo yang mengaku terpaksa menaikkan harga menu di restoran miliknya akibat lonjakan biaya bahan baku impor.
Melalui unggahan di media sosial Threads, juri MasterChef Indonesia itu menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan karena harga daging di restorannya mengalami penyesuaian.
Menurut Chef Arnold, kenaikan harga bukan dilakukan untuk mengambil keuntungan berlebihan, melainkan karena sebagian besar pasokan daging restoran premium masih bergantung pada impor dari luar negeri. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku ikut melonjak seiring penguatan dolar terhadap rupiah.
Ia juga memastikan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan harga akan kembali disesuaikan jika kondisi ekonomi membaik serta biaya impor kembali stabil.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam respons dari pengguna media sosial. Sebagian mempertanyakan alasan penggunaan daging impor dibandingkan produk lokal.
Menanggapi hal itu, Chef Arnold menjelaskan bahwa tiap jenis sapi memiliki karakteristik berbeda. Ia menyebut daging sapi lokal cenderung memiliki tekstur lebih keras karena kandungan marbling atau lemaknya tidak setinggi daging impor yang biasa digunakan restoran premium.
Chef Arnold mengatakan restorannya menggunakan pasokan daging dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jepang demi menjaga konsistensi kualitas rasa dan tekstur makanan yang disajikan kepada pelanggan.
Ia juga menegaskan bahwa restoran miliknya tidak menggunakan daging meltique, yakni produk daging yang diberi suntikan lemak nabati untuk menghasilkan tekstur menyerupai wagyu.
Di tengah penjelasan soal kenaikan harga bahan baku, perdebatan di media sosial melebar ke isu politik. Beberapa netizen mengaitkan keluhan Chef Arnold dengan dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pemilu sebelumnya.
Ada pula komentar yang meminta Chef Arnold menyampaikan langsung keresahan soal kondisi ekonomi kepada pemerintah. Selain itu, beberapa pengguna media sosial menilai unggahannya kurang sensitif terhadap masyarakat kelas bawah yang tidak mengonsumsi makanan di restoran premium.
Menanggapi kritik tersebut, Chef Arnold membantah bahwa dirinya sedang menyindir kelompok masyarakat tertentu. Ia menegaskan bahwa keluhannya murni berkaitan dengan dampak melemahnya rupiah yang dirasakan banyak sektor usaha di Indonesia.
Kondisi kurs dolar yang terus menguat belakangan memang mulai memengaruhi berbagai industri yang bergantung pada bahan baku impor, termasuk bisnis makanan dan minuman premium.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!