Paus Leo Kecam Serangan Brutal Zionis, Ratusan Warga Gaza Tewas Saat Antre Bantuan

Paus Leo Kecam Serangan Brutal Zionis, Ratusan Warga Gaza Tewas Saat Antre Bantuan
- (Dok. Vatican News).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Paus Leo XIV mengecam keras tindakan brutal pasukan Zionis Israel di Gaza yang menyebabkan ratusan warga sipil meregang nyawa saat sedang mengantre bantuan kemanusiaan. Dalam pernyataan resminya, Paus menilai kekerasan yang terjadi sudah melewati batas kemanusiaan dan harus segera dihentikan.

Seruan ini muncul setelah laporan otoritas pertahanan sipil Gaza menyebutkan bahwa sedikitnya 93 warga sipil tewas dalam serangan tembakan saat mereka berkumpul untuk mendapatkan makanan di perbatasan utara Gaza. Tragedi tersebut menjadi salah satu insiden paling memilukan sejak awal tahun.

Militer Israel mengklaim bahwa mereka menghadapi situasi kerumunan besar yang dianggap berbahaya, namun laporan setempat menyebutkan bahwa para korban tidak bersenjata dan hanya sedang menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan makanan dari konvoi truk Program Pangan Dunia (WFP).

Di wilayah selatan Gaza, kekerasan juga terus berlanjut. Sedikitnya sembilan warga sipil tewas di Rafah dan empat lainnya di Khan Younis akibat penembakan serupa di area distribusi bantuan. Rumah sakit di Gaza, termasuk al-Shifa, menerima puluhan korban luka dan tewas, banyak di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Paus Leo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menyerukan dunia internasional untuk mengambil langkah nyata dalam menghentikan kekerasan ini. Ia juga menyoroti serangan terhadap satu-satunya gereja Katolik di Gaza yang menyebabkan tiga jemaat meninggal dunia. Dalam pidatonya dari Castel Gandolfo, Paus menggambarkan situasi di Gaza sebagai "krisis moral kemanusiaan".

Tidak hanya itu, ia juga menentang tindakan Israel yang mencabut izin tinggal Kepala Kantor OCHA PBB di Israel, Jonathan Whittall, yang dikenal vokal membela hak-hak warga Palestina. Paus mendesak agar semua bentuk tekanan terhadap lembaga kemanusiaan dihentikan.

Kondisi kemanusiaan di Gaza saat ini berada di ambang kehancuran. UNRWA melaporkan bahwa meskipun bantuan tersedia, distribusinya terhambat oleh blokade ketat. Sementara itu, harga bahan pokok melonjak tajam dan kelaparan meluas di seluruh wilayah.

Konflik yang bermula dari serangan Hamas pada Oktober 2023 kini telah merenggut lebih dari 58.000 nyawa warga Gaza, dengan ribuan lainnya terluka. Paus Leo menutup pernyataannya dengan menyerukan gencatan senjata segera dan dialog damai yang melibatkan semua pihak demi menyelamatkan masa depan rakyat Palestina.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE