Istana Minta Publik Tak Terjebak Pernyataan Upah Pengupas Bawang Prabowo
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram menjadi perhatian publik. Menanggapi polemik tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta masyarakat tidak hanya berfokus pada satu atau dua kalimat dari pidato Presiden.
Hasan mengatakan, pernyataan yang kemudian ramai diperbincangkan sebaiknya tidak mengalihkan perhatian masyarakat dari gagasan utama yang disampaikan Prabowo. Menurutnya, publik perlu melihat keseluruhan substansi pidato daripada terjebak pada potongan pernyataan yang beredar di media sosial.
"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus apa? Belajar untuk tidak terfokus. Itu algoritma juga itu," ujar Hasan di Istana, Jakarta, Senin (17/8).
Hasan Minta Publik Lihat Gagasan Besar
Hasan menilai pidato Presiden seharusnya dipahami secara utuh agar pesan yang ingin disampaikan tidak tereduksi hanya karena adanya satu pernyataan yang kemudian menjadi viral.
Dia kembali mengingatkan masyarakat agar memperhatikan gagasan utama yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya. Menurut Hasan, potongan pernyataan yang beredar luas di media sosial tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar dalam menilai keseluruhan pesan Presiden.
"Satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato presiden. Sebaiknya seperti itu," katanya.
Pernyataan Upah Pengupas Bawang Viral
Sebelumnya, pernyataan Prabowo mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram menjadi perbincangan di media sosial. Besaran tersebut kemudian dibandingkan dengan pengalaman sejumlah pekerja yang menjalani pekerjaan serupa di lapangan.
Salah satunya Nurliah, pedagang sayur dan bumbu dapur berusia 50 tahun di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan. Mendengar nominal yang disebutkan Prabowo, Nurliah mengaku tertarik jika pekerjaan mengupas bawang dengan bayaran tersebut benar-benar tersedia.
"Di mana? Kalau ada, saya juga mau," ujar Nurliah seperti dikutip dari Tribun Timur, Minggu (16/8).
Nurliah bukan orang yang baru mengenal pekerjaan tersebut. Selain berjualan, dia mengaku pernah mengambil pekerjaan sampingan sebagai buruh pengupas bawang.
Pengalaman Nurliah Dibayar Jauh Lebih Rendah
Pengalaman Nurliah menunjukkan nominal yang diterimanya ketika mengupas bawang jauh berbeda dari angka yang menjadi sorotan setelah pernyataan Prabowo.
Dia mengatakan pernah memperoleh Rp100.000 untuk mengupas 25 kilogram bawang. Jika dihitung berdasarkan jumlah bawang yang dikerjakan, nominal tersebut setara dengan sekitar Rp4.000 per kilogram.
"Waktu saya dulu makkupas, Rp100.000 untuk 25 kilogram. Jadi kalau satu kilogram berarti Rp2.500," kata Nurliah.
Perbedaan angka tersebut kemudian turut memunculkan pembahasan mengenai kondisi upah buruh pengupas bawang di lapangan. Sementara itu, Istana memilih mengarahkan perhatian publik pada keseluruhan substansi pidato Prabowo dan tidak terpaku pada satu atau dua pernyataan yang menjadi viral.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!