Selat Hormuz Dibuka Sementara, Iran Ikuti Gencatan Senjata Lebanon-Israel
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Iran mengumumkan pembukaan penuh jalur pelayaran di Selat Hormuz untuk kapal komersial. Kebijakan ini bersifat sementara dan hanya berlaku selama periode gencatan senjata yang tengah berlangsung di Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui unggahan di platform X. Ia menegaskan bahwa jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute energi paling vital di dunia kini dapat dilalui tanpa hambatan oleh kapal dagang.
Araqchi menjelaskan bahwa pembukaan ini selaras dengan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak global, sehingga setiap kebijakan terkait akses di wilayah tersebut berdampak besar terhadap pasar energi dunia.
Gencatan senjata tersebut diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah melakukan komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kesepakatan itu mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat di kedua negara.
Langkah ini diambil setelah adanya upaya diplomatik yang intens, termasuk pertemuan langsung antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington DC yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah langka di tengah ketegangan panjang antara kedua pihak.
Konflik di Lebanon sendiri meningkat sejak awal Maret, ketika kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel. Serangan balasan yang dilakukan Israel kemudian memicu eskalasi besar, termasuk serangan udara dan operasi darat di wilayah selatan Lebanon.
Akibat konflik tersebut, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi. Situasi kemanusiaan yang memburuk menjadi salah satu alasan utama didorongnya gencatan senjata sementara ini.
Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran dinilai sebagai sinyal deeskalasi di kawasan, meski hanya bersifat sementara. Stabilitas jalur ini menjadi perhatian global, mengingat perannya yang krusial dalam rantai pasok energi internasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!