Rumor Mantan Bos Red Bull ke Ferrari, Hamilton: Itu Bukan Ide yang Bagus

Rumor Mantan Bos Red Bull ke Ferrari, Hamilton: Itu Bukan Ide yang Bagus
Lewis Hamilton saat konferensi pers jelang GP Amerika Serikat. - (Dok. REUTERS/Mike Segar).

JAKARTA, Genvoice.id - Lewis Hamilton buka suara mengenai kabar yang mengaitkan nama Christian Horner, mantan bos Red Bull Racing, dengan kemungkinan menduduki posisi strategis di Ferrari. Pebalap asal Inggris itu menyebut rumor tersebut sebagai hal yang "mengganggu" dan tidak membantu tim.

Rumor ini pertama kali muncul setelah Horner resmi meninggalkan Red Bull beberapa bulan lalu. Sejumlah media Eropa, termasuk Sky Sports dan Motorsport Week, melaporkan bahwa petinggi Ferrari disebut-sebut tertarik mendatangkan Horner untuk menggantikan Fred Vasseur, yang kini masih menjabat sebagai tim principal.

Namun, Hamilton menegaskan bahwa isu semacam ini hanya menambah kebisingan di tengah upaya Ferrari menjaga stabilitas tim.

"Menurut saya, rumor seperti ini justru bisa mengganggu. Ferrari sudah punya arah sendiri di bawah Fred, dan mereka harus terus melangkah dengan konsisten," ujar Hamilton seperti yang dikutip dari ESPN F1.

Pembalap berusia 40 tahun itu menilai bahwa pergantian manajemen di tengah masa transisi regulasi Formula 1 bukan langkah yang bijak. Tahun 2026 akan menjadi musim penting karena perubahan besar pada aturan mesin dan aerodinamika. Hamilton menekankan pentingnya kesinambungan dan kerja tim yang solid daripada mengutamakan perubahan besar di pucuk kepemimpinan.

"Ferrari perlu fokus menatap masa depan, bukan terdistraksi oleh gosip. Perubahan besar sekarang bisa mengacaukan fondasi yang sedang mereka bangun," tambahnya.

Hamilton juga mengungkapkan bahwa perubahan besar tidak selalu membawa hasil yang cepat.

"Setiap tim butuh waktu untuk membangun stabilitas. Saya rasa Ferrari sudah berada di arah yang benar," ujarnya.

Sementara itu, Ferrari belum memberikan tanggapan resmi terkait rumor ini. Vasseur sendiri masih dipercaya untuk memimpin tim hingga akhir musim, meski tekanan terus meningkat karena performa tim yang belum mampu merebut kemenangan setelah 18 seri.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE