Lewis Hamilton Yakin Ferrari Bisa Balik Jadi Raja F1, Cuma Butuh Satu Kunci Penting!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, musim 2025 di Formula 1 ternyata nggak mudah buat Lewis Hamilton. Baru setengah musim mengenakan seragam merah legendaris Ferrari, pembalap tujuh kali juara dunia ini sudah merasakan betapa beratnya bersaing di level tertinggi dengan tim baru. Walau begitu, Hamilton sama sekali nggak kehilangan optimisme. Menurutnya, Ferrari sebenarnya sudah punya semua komponen yang dibutuhkan untuk merebut lagi gelar juara dunia-tinggal bagaimana mereka menyatukan semua elemen itu jadi satu kekuatan utuh.
Saat ini Ferrari ada di posisi kedua klasemen konstruktor, tapi jarak poin dengan McLaren sangat lebar-299 poin. Sepanjang musim, kemenangan mereka di balapan utama masih nihil, meski Hamilton sempat bikin kejutan dengan meraih juara Sprint di China. Satu-satunya pole position juga datang lewat Charles Leclerc di Hungaria. Di klasemen pembalap, Leclerc duduk di peringkat kelima dengan 151 poin, sementara Hamilton ada di urutan keenam dengan 109 poin.
Buat Hamilton, ini adalah salah satu musim paling intens dalam kariernya. Ia mengaku adaptasi dengan budaya baru dan tim baru nggak selalu berjalan mulus. "Beradaptasi dengan budaya baru, tim baru, tidak semuanya berjalan mulus, dan ini menjadi perjuangan yang nyata," ungkapnya. Ia bahkan bilang perlu waktu rehat sejenak untuk isi ulang energi, bercanda dengan anak-anak, dan menenangkan pikiran.
Meski penuh tantangan, semangat Hamilton tetap menyala. "Saya senang mengenakan warna merah, saya senang bekerja dengan tim ini, dan saya sangat percaya pada tim ini," lanjutnya. Ia menambahkan, yang ingin ia lakukan hanyalah memberi kontribusi maksimal, terutama di lintasan, walau hasilnya belum sesuai target. Di balik layar, ia dan tim terus mencari cara untuk memperbaiki performa.
Hamilton pun menyambut jeda musim panas dengan optimisme. Menurutnya, ini momen tepat bagi semua orang di Ferrari untuk mengisi ulang energi bersama keluarga. Setelah itu, mereka siap kembali ke trek dengan tenaga ekstra untuk menghadapi paruh kedua musim-dengan target besar membawa Ferrari mendekat ke singgasana juara yang sudah lama mereka rindukan sejak era Kimi Raikkonen di 2007.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!