Hamilton Kaget Tersingkir di Q2, Leclerc Alami Kecelakaan di Kualifikasi Azerbaijan GP 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Drama terjadi di sesi kualifikasi Grand Prix Azerbaijan 2025 di Baku City Circuit, Sabtu malam. Lewis Hamilton harus menerima kenyataan pahit tersingkir di Q2, sementara rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, justru menabrak dinding pembatas di Q3 sehingga gagal mencatatkan waktu.
Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat Hamilton tampil menjanjikan sehari sebelumnya. Pebalap Inggris itu sempat menjadi yang tercepat di antara driver Ferrari dan menutup sesi latihan bebas ketiga di posisi keempat, hanya kalah dari Max Verstappen (Red Bull) serta duet McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris. Dengan catatan itu, Hamilton optimistis bisa bersaing memperebutkan tiga besar.
Namun, situasi berbalik di kualifikasi yang penuh insiden dan dihiasi beberapa kali bendera merah. Pemilihan strategi ban antara soft dan medium menjadi faktor penting, tetapi Ferrari tampak keliru dalam mengatur kompon. Hamilton sendiri mengaku kaget dengan hasil tersebut.
"Saya benar-benar mengira bisa bertarung di tiga besar, jadi ini kejutan besar," ungkap Hamilton. Ia menilai keputusan tim tidak optimal karena Ferrari hanya punya dua set ban medium tersisa. "Seharusnya kami menggunakan medium di Q2, seperti yang dilakukan tim lain. Tapi ya, ini akan jadi bahan evaluasi internal," tambahnya. Meski kecewa, juara dunia tujuh kali itu masih optimistis bisa meraih posisi lebih baik di balapan utama.
Sementara itu, Leclerc yang berhasil lolos ke Q3 justru mengakhiri sesi lebih tragis. Pebalap asal Monako itu kehilangan kendali di Tikungan 15 dan menghantam pagar pembatas. Ia akhirnya menutup kualifikasi di posisi ke-10 tanpa catatan waktu.
"Ini akhir pekan yang sangat sulit. Biasanya saya suka lintasan Baku, bahkan empat kali terakhir saya selalu meraih pole di sini. Tapi kali ini berbeda, saya kesulitan sejak awal," kata Leclerc. Ia menjelaskan banyak melakukan perubahan setelan mobil sebelum kualifikasi, namun justru gagal mengoptimalkan ban medium. "Kesalahan itu benar-benar merugikan, dan balapan nanti akan berat," ucapnya.
Dengan hasil ini, Ferrari menghadapi tantangan besar di Baku. Hamilton akan start dari posisi ke-12, sementara Leclerc di urutan ke-10. Kondisi ini jelas menguntungkan rival utama seperti Verstappen yang konsisten di barisan depan, serta McLaren yang tampil kompetitif sepanjang akhir pekan.
Balapan Azerbaijan GP 2025 pun diprediksi berlangsung sengit. Pertanyaan utamanya: mampukah Ferrari bangkit dari keterpurukan, atau justru Red Bull dan McLaren makin mendominasi?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!