PM Malaysia Anwar Ibrahim Kutuk Serangan Udara Israel di Damaskus: 'Langgar Hukum Internasional'
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras serangan udara yang dilancarkan Israel di Damaskus, Suriah, yang menewaskan sejumlah korban jiwa.
"Saya mengutuk serangan udara Israel baru-baru ini di Damaskus, yang sekali lagi melanggar kedaulatan Suriah dan mengakibatkan hilangnya nyawa tak berdosa," kata Anwar dalam keterangan resmi, dikutip dari Antara, Kamis (17/7).
Anwar menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Perjanjian Pelepasan 1974 antara Israel dan Suriah.
"Suriah telah mengalami kesulitan luar biasa selama beberapa dekade terakhir. Rakyatnya berhak atas perdamaian, bukan kekerasan lebih lanjut atau campur tangan eksternal," tegasnya.
PM Malaysia itu menegaskan negaranya berdiri dalam solidaritas bersama rakyat Suriah, sembari menyerukan diakhirinya pelanggaran dan pembaruan komitmen pada prinsip kemanusiaan serta supremasi hukum.
Sebelumnya, militer Israel menggempur Kota Damaskus sebagai respons atas dugaan kekerasan terhadap komunitas Druze di Suwayda. Serangan tersebut dilaporkan mengenai bangunan Kementerian Pertahanan Suriah dan area dekat Istana Presiden.
Hingga kini, otoritas Suriah belum merilis jumlah pasti korban, sementara Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait kecaman internasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!