Disoraki Saat Kalahkan Raducanu, Kini Sabalenka Dipuja! Siap Guncang Perempat Final Wimbledon

Disoraki Saat Kalahkan Raducanu, Kini Sabalenka Dipuja! Siap Guncang Perempat Final Wimbledon
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah sempat merasa "sendirian" saat menyingkirkan harapan tuan rumah Emma Raducanu di babak sebelumnya, Aryna Sabalenka kini bangkit dengan dukungan penuh dari publik Wimbledon.

Dilansir dari Antara, petenis nomor satu dunia itu tampil solid dan sukses menyingkirkan Elise Mertens dengan skor 6-4, 7-6(4) pada babak keempat yang digelar di All England Club.

Kemenangan ini menegaskan dominasi Sabalenka atas Mertens, memperlebar rekor pertemuan mereka menjadi 11-2. Lebih dari sekadar angka, Sabalenka mengaku merasakan atmosfer berbeda kali ini.

"Hari ini saya benar-benar merasakan semua dukungan itu. Saya tidak perlu berpura-pura bahwa mereka mendukung saya, karena mereka benar-benar mendukung saya. Maksud saya, apa yang bisa lebih baik dari itu," ujar Sabalenka.

Sabalenka pun berharap energi positif dari penonton bisa menjadi bahan bakar untuk terus melaju.

"Saya benar-benar menikmatinya. Saya berharap itu bisa tetap sama, dan mereka akan membantu saya dari segi energi untuk tetap kuat dan menghadapi semua tantangan," lanjutnya.

Laga melawan Elise Mertens bukan sekadar pertandingan biasa. Mertens adalah mantan partner ganda Sabalenka, dan bersama-sama mereka pernah meraih dua gelar Grand Slam, termasuk di Australian Open. Tapi kali ini, persahabatan itu ditinggalkan sejenak di pinggir lapangan.

Sabalenka, yang sudah sangat memahami kekuatan dan kelemahan Mertens setelah bertahun-tahun berpasangan, mampu memanfaatkannya dengan baik di lapangan. Statistik pun mendukung: ia punya jumlah kemenangan terbanyak atas Mertens dibanding petenis lainnya di WTA Tour.

Kini, langkah Sabalenka menuju gelar Wimbledon semakin nyata. Di perempat final, ia akan menghadapi Laura Siegemund, petenis veteran berusia 37 tahun yang mengejutkan banyak pihak dengan menghentikan laju Solana Sierra lewat kemenangan 6-3, 6-2.

Di sisi lain, Mertens, yang kini menempati peringkat 19 dunia dan baru saja meraih gelar di Libema Open, masih berjuang mewujudkan mimpi masa kecilnya.

"Saya pikir kita semua bermimpi sama, memegang trofi, momen kemenangan itu. Itu selalu menjadi mimpi saya. Tapi saya belum mencapainya," ujar Mertens dengan nada emosional.

"Saya mengalami banyak kekecewaan di sini. Jadi saya sangat berharap suatu hari saya bisa merasakannya."

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE