Cara Aman Bawa Barang Saat Mudik Pakai Motor, Simak Tips Ini Biar Kamu Nggak Gampang Oleng Di Jalan!

Cara Aman Bawa Barang Saat Mudik Pakai Motor, Simak Tips Ini Biar Kamu Nggak Gampang Oleng Di Jalan!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tradisi pulang kampung alias mudik memang selalu jadi momen yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya untuk melepas rindu bareng keluarga besar. Di Indonesia sendiri, menggunakan sepeda motor masih menjadi salah satu opsi yang paling banyak dipilih karena dianggap jauh lebih praktis dan hemat biaya dibandingkan transportasi lainnya.

Namun, di balik kemudahan itu, ada tantangan besar yang sering diabaikan oleh para pemudik, yaitu cara mengelola barang bawaan. Banyak orang yang memaksakan membawa semua barang belanjaan dari kota ke kampung halaman di atas motor, tanpa memikirkan risiko keselamatan yang mengintai di sepanjang jalan aspal yang panas dan padat.

Membawa muatan secara sembarangan bukan cuma bikin badan cepat pegal, tapi juga bisa merusak keseimbangan motor yang berujung pada kecelakaan fatal. Padahal, kunci utama agar bisa merayakan lebaran dengan bahagia adalah sampai di tujuan dalam kondisi sehat walafiat tanpa kurang satu apa pun.

Oleh karena itu, penting banget buat kamu memahami aturan main dalam menata barang supaya perjalanan jauh yang melelahkan itu tetap terasa asik dan yang paling penting tetap aman terkendali.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Honda, Agus Sani, memberikan catatan penting bahwa kunci kenyamanan berkendara terletak pada bagaimana kita mengatur beban muatan. Kalau motor terlalu penuh dengan barang, posisi duduk pengemudi otomatis bakal terganggu dan bikin tangan cepat lelah saat mengendalikan setir.

"Supaya handling semasa di jalan, jadi lebih nyaman dan lebih enak. Terus posisi postur berkendara juga tidak terganggu kerana banyak barang muatan," kata Agus Sani sebagaimana dilansir dari ANTARA.

Agus juga mengingatkan supaya kita bener-bener selektif dalam memilih apa saja yang perlu masuk ke dalam tas motor. Sering kali, rasa ingin membawa semua barang membuat motor jadi seperti gudang berjalan yang sangat berbahaya saat diterpa angin kencang atau saat harus bermanuver di tikungan tajam. Sebaiknya, barang yang dibawa adalah perlengkapan yang benar-benar esensial saja untuk menunjang perjalanan jauh.

"Sebenarnya kalau bicara muatan yang harus dibawa pemudik itu, barang yang diperlukan saja. Barang yang diperlukan itu misalnya pakaian secukupnya, jas hujan, peralatan-peralatan darurat. Bukan berarti barang-barang yang dia beli di Jakarta, terus dibawa semua di motor," tegasnya.

Selain urusan barang, faktor kemampuan pengendara juga nggak boleh dianggap remeh nih Gen. Menyetir motor selama berjam-jam menuju kampung halaman butuh kesiapan fisik dan mental yang luar biasa. Kalau kamu merasa kurang percaya diri atau nggak terbiasa menghadapi rute jauh, mending jangan dipaksakan.

"Kalau dia faham cara berkendara yang aman, perjalanan mudik itu bisa selamat sampai tujuan. Karena, berkendara dengan aman itu salah satu kunci keselamatan sampai di tempat tujuan," tambah Agus.

Himbauan yang sama juga datang dari pihak kepolisian. Irjen Pol. Agus Suryonugroho selaku Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meminta masyarakat untuk mempertimbangkan lagi niat mudik pakai motor. Hal ini didasari oleh data yang cukup mengerikan, di mana sekitar 75 persen kecelakaan dalam Operasi Ketupat ternyata melibatkan para pengendara motor.

Risiko kecelakaan yang sangat tinggi ini seharusnya jadi bahan pertimbangan serius buat kamu sebelum memutuskan gas pol ke kampung halaman.

Jadi, intinya jangan pernah menomorduakan keselamatan cuma demi mengejar kepraktisan sesaat. Pastikan motor kamu nggak overload, kondisi tubuh fit, dan tetap patuhi semua aturan lalu lintas yang ada. Sampai di rumah dengan selamat adalah oleh-oleh terbaik buat orang tua di kampung.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE