H-1 Lebaran 2026, Terminal Kampung Rambutan Sepi! Pemudik Kini Didominasi Tujuan Jarak Dekat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Suasana arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, terpantau relatif sepi pada H-1 Lebaran 2026. Kondisi ini terjadi setelah puncak arus mudik yang berlangsung beberapa hari sebelumnya, sehingga jumlah penumpang yang berangkat kini mengalami penurunan signifikan.
Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain mengatakan tren penurunan jumlah pemudik sudah terlihat sejak H-2 Lebaran. Pada hari ini, mayoritas penumpang yang berangkat merupakan pemudik dengan tujuan jarak dekat.
Menurutnya, tujuan yang masih mendominasi antara lain wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, hingga Lampung. Beberapa kota yang masih ramai penumpang di antaranya Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Wonosobo, serta wilayah Merak dan Pandeglang.
Berdasarkan pantauan di terminal pada pagi hingga siang hari, aktivitas keberangkatan tidak terlalu padat. Sejak pukul 00.00 hingga 09.00 WIB, jumlah penumpang yang tercatat berangkat hanya sekitar 325 orang.
Pada hari sebelumnya, jumlah penumpang juga sudah mulai menurun. Tercatat pada Kamis jumlah pemudik mencapai 3.464 orang, turun dari puncaknya pada Rabu yang mencapai 5.336 penumpang.
Revi menjelaskan bahwa puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan terjadi pada H-3 Lebaran. Saat itu, tujuan favorit pemudik tidak hanya ke kota di Pulau Jawa, tetapi juga ke luar pulau seperti Palembang dan Padang.
Meski jumlah penumpang menurun, operasional terminal tetap berjalan normal. Posko layanan mudik masih disiagakan untuk membantu penumpang dan akan beroperasi hingga 29 Maret 2026.
Pihak terminal memastikan seluruh penumpang tetap dapat terangkut karena armada bus reguler masih tersedia. Hingga saat ini, tidak ada laporan penumpang yang terlantar atau kehabisan tiket.
Sebelumnya, pengelola terminal sempat menyiapkan bus bantuan untuk rute favorit seperti Yogyakarta, Cilacap, dan Malang. Namun hingga H-1 Lebaran, tambahan armada tersebut belum perlu dioperasikan karena jumlah penumpang sudah berkurang.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, bus antar kota antar provinsi tetap beroperasi selama 24 jam, termasuk pada hari Lebaran, sehingga masyarakat masih dapat melakukan perjalanan meski mendekati hari raya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!