Durasi Puasa Ramadan 2026 di Berbagai Negara: Ada yang Tembus 21 Jam, Bagaimana dengan Indonesia?
Perbedaan Waktu Puasa: Mengapa Durasi di Setiap Negara Berbeda?
JAKARTA, GENVOICE.ID -Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Februari 2026, umat Islam di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri menghadapi perbedaan durasi waktu berpuasa.
Karena letak geografis yang beragam, waktu menahan lapar dan dahaga di setiap negara tidaklah sama.
Jika umat Muslim di Indonesia akan menjalani puasa dengan durasi moderat sekitar 13 jam, beberapa negara di belahan bumi utara seperti Islandia harus bersiap menghadapi tantangan ekstrem hingga 21 jam sehari.
Fenomena ini dipengaruhi oleh posisi matahari yang mendekati ekuinoks Maret, yang menciptakan durasi siang sangat panjang di kawasan Arktik.
Simak daftar lengkap negara dengan waktu puasa terlama dan tersingkat serta solusi fikih bagi wilayah ekstrem dalam ulasan berikut.
Prediksi Awal Puasa di Indonesia
Di Indonesia sendiri, terdapat potensi perbedaan awal Ramadan antara Pemerintah dan Muhammadiyah:
-
Muhammadiyah: Telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
-
Pemerintah: Baru akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026. Berdasarkan kriteria MABIMS, hilal kemungkinan masih di bawah ufuk sehingga pemerintah diprediksi menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.
5 Negara dengan Waktu Puasa Terpanjang
Ramadan 2026 bertepatan dengan momen menuju ekuinoks Maret, yang berarti negara-negara di dekat kutub utara akan mengalami waktu siang yang jauh lebih lama. Berikut adalah daftar negaranya:
-
Islandia: Menempati posisi pertama dengan durasi puasa mencapai 20-21 jam per hari. Fenomena langit yang tetap terang membuat waktu malam terasa sangat singkat.
-
Norwegia (Bagian Utara): Muslim di wilayah ini harus berpuasa selama 19-20 jam.
-
Kanada (Bagian Utara): Beberapa kota mencatatkan waktu puasa hingga 19 jam.
-
Swedia: Memiliki durasi puasa sekitar 18,5-19 jam.
-
Finlandia: Hampir serupa dengan tetangganya, durasi puasanya berkisar antara 18-19 jam.
Sebaliknya, negara di belahan bumi selatan seperti Argentina, Afrika Selatan, dan Australia justru menikmati waktu puasa tersingkat, yakni hanya sekitar 11-12 jam saja.
Solusi bagi Wilayah dengan Waktu Ekstrem
Bagaimana jika durasi puasa terlalu panjang hingga berisiko bagi kesehatan? Islam memberikan kemudahan bagi umatnya. Berdasarkan pandangan ulama, umat Islam yang tinggal di daerah dengan waktu siang yang sangat panjang diperbolehkan untuk:
-
Mengikuti jadwal waktu puasa wilayah terdekat yang memiliki siklus siang-malam normal.
-
Mengikuti jadwal waktu di Makkah (Arab Saudi) sebagai acuan.
Perbedaan durasi puasa di berbagai belahan dunia menjadi pengingat akan kebesaran alam semesta dan keberagaman umat Muslim secara global.
Meski ada yang menjalani puasa dalam waktu singkat maupun hingga 21 jam, esensi Ramadan tetaplah sama, yakni melatih kesabaran dan meningkatkan ketaatan.
Semoga persiapan kita menyambut bulan suci ini berjalan lancar, sehingga kita dapat menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan apa pun tantangan geografisnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!