Bukan Sekadar Zakat! Dompet Dhuafa Ubah Penerima Bantuan Jadi Pengusaha Telur Mandiri dan Sukses

Dari peternakan ayam hingga UMKM roti dan kopi, perjalanan Press Touring Ramadan Dompet Dhuafa membuka sisi lain zakat yang ternyata bisa menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bukan Sekadar Zakat! Dompet Dhuafa Ubah Penerima Bantuan Jadi Pengusaha Telur Mandiri dan Sukses
Dompet Dhuafa menyelenggarakan kegiatan Press Touring Ramadan bertema “Berzakat Itu Kalcer”. - (Dok. genvoice.id/RetnoPrayudati).

JAKARTA, GENVOICE.ID- Dompet Dhuafa menyelenggarakan kegiatan Press Touring Ramadan bertema "Berzakat Itu Kalcer" pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 jurnalis yang diajak untuk menyaksikan secara langsung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh lembaga filantropi tersebut.

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan titik keberangkatan dari Gedung Philanthropy. Dari lokasi tersebut, para peserta melakukan perjalanan menuju beberapa titik program pemberdayaan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah peternakan ayam binaan yang terletak di Desa Kemang, Bogor. Peternakan ini berfokus pada pengembangan ayam arab petelur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Pada tahap awal, program ini menyalurkan bantuan sebanyak 250 ekor ayam kepada para penerima manfaat. Selain itu, program tersebut juga melibatkan 13 plasma yang turut berperan dalam mengelola usaha peternakan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, program pemberdayaan ini mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Saat ini, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 150 butir telur setiap hari, yang menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat yang terlibat.

Setelah mengunjungi peternakan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Zona Madina. Kawasan seluas sekitar tiga hektar ini merupakan pusat berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan yang dikelola Dompet Dhuafa.

Di kawasan tersebut tersedia beragam fasilitas yang mendukung kegiatan sosial masyarakat, mulai dari layanan pendidikan, masjid besar untuk kegiatan dakwah, hingga aula serbaguna yang digunakan untuk berbagai aktivitas komunitas.

Program pendidikan dan dakwah di Zona Madina juga berlangsung secara aktif. Setiap akhir pekan, kegiatan di masjid kawasan ini diikuti oleh lebih dari 100 santri yang mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran.

Selain mengunjungi fasilitas yang ada, para jurnalis juga terlibat dalam beberapa kegiatan interaktif selama kunjungan. Salah satunya adalah kegiatan fun baking, yaitu membuat roti dengan menggunakan telur segar yang berasal dari peternakan binaan.

Para peserta juga diajak melihat secara langsung proses produksi berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti keripik dan aneka kue yang biasanya diproduksi menjelang Lebaran.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Madaya Coffee, sebuah kedai kopi yang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan di kawasan tersebut. Kedai ini bekerja sama dengan para petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Hasil dari program pemberdayaan peternakan juga mulai dipasarkan secara lebih luas. Telur omega yang dihasilkan dari peternakan binaan kini telah tersedia di sejumlah supermarket besar, terutama di wilayah BSD dan sekitarnya.

Selain itu, roti yang diproduksi di kawasan Zona Madina juga telah dipasarkan ke berbagai kantin serta dapur dalam program makan bergizi gratis.

Melalui kegiatan Press Touring Ramadan ini, para jurnalis memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung implementasi berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Dompet Dhuafa. Kegiatan ini sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai dampak sosial dari pengelolaan dana zakat yang disalurkan kepada masyarakat.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE