Polisi Upayakan Pengalihan Demo Mahasiswa dari Bundaran HI ke DPR dan Patung Kuda, 6.088 Personel Disiagakan

Polda Metro Jaya menilai Bundaran HI bukan lokasi ideal untuk demonstrasi karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Polisi Upayakan Pengalihan Demo Mahasiswa dari Bundaran HI ke DPR dan Patung Kuda, 6.088 Personel Disiagakan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Polda Metro Jaya tengah mengupayakan pengalihan lokasi demonstrasi mahasiswa yang semula direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aparat mengarahkan agar aksi tersebut dipindahkan ke kawasan Patung Kuda atau kompleks DPR/MPR RI.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Bundaran HI merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat sehingga dinilai kurang sesuai dijadikan lokasi penyampaian aspirasi.

Menurutnya, berbagai aktivitas masyarakat berlangsung di kawasan tersebut setiap hari. Karena itu, semua pihak diharapkan dapat saling memahami dan menghormati kepentingan bersama agar kegiatan publik tetap berjalan lancar.

Polda Metro Jaya Lakukan Koordinasi dengan Massa Aksi

Budi mengatakan Direktorat Intelijen Polda Metro Jaya telah menjalin komunikasi dengan pihak penyelenggara aksi guna mencari lokasi yang lebih tepat untuk pelaksanaan demonstrasi.

Ia menyebut kawasan Patung Kuda maupun depan Gedung DPR/MPR dapat menjadi alternatif karena tetap memungkinkan mahasiswa menyampaikan tuntutannya secara terbuka tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.

Pihak kepolisian berharap proses penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, langkah pengalihan lokasi juga dilakukan agar hak menyampaikan pendapat tetap terlindungi.

Lebih dari 6.000 Personel Gabungan Diterjunkan

Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 6.088 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di sejumlah titik strategis di Jakarta.

Jumlah tersebut terdiri dari 500 personel TNI, 1.000 personel Korps Brimob, 200 personel bantuan dari Korps Sabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, serta 586 personel dari Polres Metro Jakarta Pusat.

Petugas akan ditempatkan di beberapa lokasi yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.

Polisi Pastikan Pengamanan Berjalan Humanis

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas tidak dibekali senjata api selama pengamanan berlangsung. Kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri.

Selain itu, anggota yang bertugas diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis saat berinteraksi dengan peserta aksi. Polisi juga diingatkan agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi dalam situasi apa pun.

Mahasiswa Diimbau Sampaikan Aspirasi Secara Tertib

Kepolisian kembali menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, aparat hadir untuk memastikan aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Di sisi lain, peserta aksi juga diimbau untuk menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung dan menghormati pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi aksi. Dengan kerja sama seluruh pihak, diharapkan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung kondusif tanpa menimbulkan gangguan yang berarti.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE