Benarkah Minyak dari Biji-Bijian Tidak Sehat? Simak Penjelasan Ahli Gizi!

R
Reza Aditya
Penulis
Lifestyle
Benarkah Minyak dari Biji-Bijian Tidak Sehat? Simak Penjelasan Ahli Gizi!
- (Dok. freepik.com).

Belakangan ini, minyak dari biji-bijian, atau yang sering disebut seed oils jadi topik panas di media sosial. Ada yang bilang minyak ini bisa bikin kanker, memicu Alzheimer, atau bahkan "menyumbat jaringan tubuh." Wah, serem banget, ya? Tapi, apa benar begitu? Atau ini cuma mitos semata? Yuk, kita bahas bersama ahli gizi!

Apa Itu Seed Oil?

Seed oil adalah minyak yang dihasilkan dari biji tanaman. Contohnya, minyak kanola, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari, jenis-jenis minyak ini sering kita temukan di makanan kemasan atau masakan restoran. Selain itu, ada juga minyak wijen, minyak biji rami, minyak biji anggur, dan minyak biji labu.

iklan gulaku

Dilansir dari Men's Health, menurut Emily Timm, R.D., "Sebagian besar konsumsi seed oil kita berasal dari makanan yang sudah diolah atau makanan di luar rumah." Jadi, kalau sering ngemil keripik atau makan gorengan, kemungkinan besar kamu sudah akrab dengan minyak ini.

Manfaat dan Risiko Seed Oil: Fakta atau Mitos?

Seed oil sering dianggap jahat karena dua alasan, yaitu kandungan omega-6 dan proses produksinya.

  1. Kandungan Omega-6: Bahaya atau Tidak?

Banyak influencer bilang kalau omega-6 bisa memicu peradangan, terutama kalau kadarnya jauh lebih tinggi dibanding omega-3 dalam tubuh. Tapi, kata Abby Langer, R.D., penasihat nutrisi Men's Health, klaim ini belum ada bukti ilmiahnya.

Faktanya, omega-6 dan omega-3 sama-sama lemak tak jenuh yang dibutuhkan tubuh. Bahkan, studi besar yang melibatkan lebih dari 56.000 orang menunjukkan bahwa mengganti lemak jenuh (yang biasanya ada di daging atau kue) dengan lemak tak jenuh dari minyak nabati dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Jadi, omega-6 itu bukan musuh, kok!

Dan soal peradangan? "Tidak semua peradangan itu buruk. Peradangan adalah bagian normal dari hidup," jelas Langer.

  1. Proses Produksi yang Diperdebatkan

Karena biji lebih sulit diekstrak minyaknya dibanding, misalnya, zaitun, seed oil melalui proses yang lebih intensif. Banyak yang berpikir ini berarti minyaknya jadi penuh bahan kimia. Tapi sebenarnya, proses seperti pemurnian atau pemutihan hanya untuk menghilangkan bau dan warna-bukan berarti minyaknya mengandung bahan berbahaya.

"Proses ini tidak membuat seed oil lebih berbahaya bagi kesehatan," kata Langer. Anggapan bahwa "alami lebih baik" sering kali membuat orang salah paham. Padahal, meskipun ada lebih banyak langkah dalam prosesnya, hasil akhirnya tetap bernilai gizi sama.

Benarkah Seed Oil Bisa Sebabkan Penyakit Serius?

Klaim bahwa seed oil menyebabkan Alzheimer atau kanker sering beredar. Namun, menurut Langer, "Tidak ada penelitian yang sahih yang menunjukkan hubungan langsung antara seed oil dengan penyakit tersebut."

Faktanya, menakut-nakuti orang dengan klaim seperti ini justru bisa membuat kita lupa pada hal yang lebih penting: makan cukup serat, protein, buah, dan sayuran. Jangan sampai fokus pada "menghindari seed oil" malah membuat pola makan kita jadi tidak seimbang.

Jadi, Haruskah Kita Khawatir?

Kalau kamu tidak sedang minum minyak kanola langsung dari botol, tidak perlu khawatir.

"Fats, termasuk seed oils, adalah bagian penting dari pola makan yang sehat," kata Langer. Lemak membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan juga meningkatkan cita rasa makanan.

Daripada pusing menghitung seberapa banyak seed oil yang kamu konsumsi, lebih baik fokus pada makanan utuh yang kaya lemak baik, seperti kacang-kacangan, ikan berlemak, produk kedelai, chia seed, biji rami, dan biji hemp.

Kesimpulannya, seed oil tidak seburuk yang digembar-gemborkan di media sosial. Sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, minyak ini aman-aman saja. Ingat, kunci dari pola makan sehat adalah variasi, bukan membatasi satu jenis makanan hingga ekstrem.

Jadi, yuk, kita berhenti takut sama seed oil dan mulai fokus pada kebiasaan makan yang lebih sehat secara keseluruhan!

  • Tag:
  • International World Games Association (IWGA)
  • Panjat Tebing
  • Atlet
  • Veddriq Leonardo

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi