Sempat Beli 2 Ton Telur untuk Banjir Pekalongan Suami Anggota DPRD Jateng Jadi Sasaran Penembakan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Insiden penembakan oleh orang tak dikenal menimpa Amat Muzakhim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah.
Peristiwa terjadi pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 21.10 WIB di teras rumah korban di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Beberapa jam sebelum kejadian, Amat diketahui sempat membeli telur dalam jumlah besar untuk kegiatan bakti sosial. Nur Fatwah mengungkapkan, suaminya membeli sekitar 2 ton telur pada Sabtu sore.
"Habis Ashar itu beli telur buat baksos di Pekalongan. Buat korban banjir," ujar Nur Fatwah, Senin (16/2).
Menurutnya, pembelian tersebut dilakukan langsung oleh Amat karena dirinya sedang berada di Bali untuk agenda kedewanan. Ia menjelaskan, sang suami kerap turun langsung ke lapangan mewakili dirinya ketika berhalangan hadir.
"Kadang saya tidak bisa ke lokasi karena ada giat dewan, jadi Bapak yang terjun," katanya.
Nur Fatwah juga menyampaikan rasa syukurnya karena tidak ada korban luka dalam peristiwa penembakan tersebut. Saat kejadian, di rumah terdapat asisten rumah tangga, dua anak, serta beberapa teman anaknya.
"Alhamdulillah suami saya masih dilindungi. Pelurunya meleset, suami saya sempat nunduk," ungkapnya.
Terkait motif penembakan, Nur Fatwah mengaku tidak ingin berspekulasi. Ia menegaskan bahwa dirinya dan suami tidak memiliki konflik pribadi dengan siapa pun.
Ia menyebut Amat berprofesi sebagai pengusaha dan selama ini dikenal aktif membantu masyarakat, termasuk dalam pendampingan kasus sosial.
"Kalau permusuhan antarpribadi itu tidak ada. Suami saya sambil usaha juga sering membela masyarakat," ujarnya.
Nur Fatwah menambahkan, suaminya belakangan turut mengawal sebuah kasus penculikan yang menimpa seorang penjual martabak. Meski demikian, ia enggan mengaitkan langsung peristiwa tersebut dengan insiden penembakan.
"Saya tidak mau menuduh. Saya serahkan sepenuhnya ke pihak berwajib," katanya.
Kasus penembakan ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!