Waspada Love Bombing! Bentuk Manipulasi Berkedok Cinta Berlebihan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dalam tahap awal hubungan, perhatian dan kasih sayang yang melimpah tentu terasa menyenangkan. Namun, tahukah Anda bahwa sikap ini bisa menjadi alat manipulasi yang dikenal sebagai love bombing? Taktik ini sering digunakan oleh individu narsistik untuk mengontrol pasangan mereka dengan memberi perhatian berlebihan, pujian tak henti, dan hadiah mewah yang membuat korban merasa berhutang budi.
Dilansir dari HealthLine, love bombing tidak sekadar menunjukkan kasih sayang, tetapi bertujuan untuk memanipulasi. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
-Hadiah Berlebihan dan Tak Pantas
-Mengirim puluhan buket bunga ke tempat kerja
-Memberi tiket liburan mahal tanpa diskusi
-Mengajak makan malam mewah setiap hari
-Tidak menerima penolakan dengan baik
Pujian BerlebihanTidak ada salahnya menerima pujian, tetapi jika pasangan baru terus-menerus menyatakan cinta dengan cara yang terlalu intens dalam waktu singkat, ini bisa menjadi tanda bahaya. Misalnya:
"Aku mencintai segalanya tentangmu."
"Aku belum pernah bertemu orang seistimewa kamu."
"Kamu satu-satunya orang yang ingin aku habiskan waktu bersamanya."
Jika pasangan mulai marah atau kecewa saat Anda meluangkan waktu untuk teman atau pekerjaan, ini adalah tanda kontrol. Cinta sejati menghormati batasan dan komitmen lain dalam hidup Anda.
Meyakinkan Bahwa Kalian ‘Ditakdirkan Bersama’Jika kata-kata pasangan terdengar seperti skenario film romantis, berhati-hatilah. Beberapa frasa yang perlu dicurigai:
"Kita ditakdirkan untuk bersama."
"Takdir mempertemukan kita."
"Kamu lebih mengerti aku daripada siapa pun."
Pasangan yang terlalu cepat membahas pernikahan atau tinggal bersama dalam hitungan minggu bisa jadi sedang berusaha mengikat Anda sebelum Anda memiliki kesempatan untuk berpikir jernih.
Marah Saat Anda Mencoba Menetapkan BatasanLove bomber tidak suka ketika Anda mencoba memperlambat hubungan atau menetapkan batasan. Mereka akan terus berusaha mendapatkan kendali dan membuat Anda merasa bersalah.
Bersikap Terlalu MembutuhkanTidak peduli seberapa banyak waktu yang Anda berikan, mereka selalu merasa kurang. Anda mungkin mulai mengabaikan teman dan keluarga karena mereka menuntut perhatian penuh.
Mereka terus menerus memancarkan pesona dan energi tinggi, membuat Anda kewalahan dan sulit berpikir jernih.
Awalnya terasa seperti mimpi, tetapi lambat laun muncul rasa cemas dan tekanan. Jika Anda merasa hubungan berkembang terlalu cepat atau terlalu sempurna, percayalah pada intuisi Anda.
Dengarkan intuisi Anda jika merasa hubungan berjalan terlalu cepat.
Tetapkan batasan yang jelas dan lihat bagaimana pasangan bereaksi.
Beri waktu untuk mengenal seseorang sebelum membuat komitmen besar.
Diskusikan perilaku pasangan dengan teman atau keluarga yang dapat memberikan perspektif objektif.
Cinta sejati bersifat sabar, tulus, dan menghormati batasan. Jika Anda merasa terjebak dalam situasi love bombing, jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional atau orang-orang terdekat. Jangan biarkan cinta berlebihan menjadi alat untuk mengendalikan hidup Anda!
0 Comments





- Arus Mudik di Jalur Pantura Indramayu Mulai Menurun, Puncaknya Terjadi pada H-3 Lebaran
- Instagram Pertimbangkan Reels Sebagai Aplikasi Terpisah di Tengah Ketidakpastian TikTok di AS
- Brad Pitt Kembali Beraksi, Siap Pacu Adrenalin dalam Film Terbaru F1
- Spotify Siapkan 5 Miliar Dolar AS untuk Dibayar kepada Musisi Independen
- Orang-orang Beralih ke Cara Lama Dalam Mencari Pasangan, Benarkah Kejayaan Aplikasi Kencan Online Mulai Pudar?
- Viral! Beredar Sebuah Video Oknum DPM-PTSP Lakukan Pelecehan Kepada Karyawan Spa
- Dewa United Taklukkan Geek Fam ID Jr 3-1 di Progressive Round MDL ID S11
- Millie Bobby Brown Tak Pernah Nonton Stranger Things Sebelum Tayang, Akui Alami Momen Kocak dengan Chris Pratt di The El...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!