5 Tips Agar Terhindar dari Pertemanan yang Toxic

D
Daniel R
Penulis
Lifestyle
5 Tips Agar Terhindar dari Pertemanan yang Toxic
- (Dok. Simply Psychology).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pertemanan seharusnya menjadi ruang yang nyaman dan saling mendukung, bukan sebaliknya. Sayangnya, tidak semua hubungan pertemanan bersifat positif. Beberapa justru membawa energi negatif, menguras emosi, atau bahkan menghambat perkembangan diri. Agar tidak terjebak dalam lingkaran pertemanan yang toxic, berikut lima tips yang bisa kamu terapkan.

1. Kenali Batasan Diri dan Tegas Mengatakannya

Dalam hubungan yang sehat, setiap orang memiliki batasan yang harus dihormati. Jika seorang teman sering melampaui batas atau membuatmu merasa tidak nyaman, jangan ragu untuk berbicara secara tegas. Jangan biarkan rasa tidak enak hati membuatmu terus bertahan dalam situasi yang merugikan.

2. Perhatikan Tanda-Tanda Pertemanan yang Tidak Sehat

iklan gulaku

Toxic friendship sering kali ditandai dengan perilaku manipulatif, tidak menghargai perasaanmu, atau membuatmu merasa rendah diri. Jika seseorang hanya hadir saat butuh bantuan tetapi menghilang ketika kamu memerlukan dukungan, ini bisa menjadi sinyal bahwa hubungan tersebut tidak sehat.

3. Pilih Lingkungan yang Mendukung dan Positif

Dikelilingi oleh teman-teman yang positif akan membantumu berkembang secara emosional dan mental. Pilih teman yang memberikan semangat, menghargai perbedaan, dan membantu kamu menjadi versi terbaik dirimu. Jika suatu hubungan justru membuatmu merasa cemas atau tertekan, mungkin saatnya untuk mengevaluasi kembali.

4. Berani Keluar dari Lingkaran Pertemanan yang Beracun

Terkadang, bertahan dalam hubungan pertemanan yang toxic hanya akan memperburuk keadaan. Jika kamu merasa sering stres, kehilangan kepercayaan diri, atau diperlakukan secara tidak adil, beranikan diri untuk menjauh. Memilih untuk mengakhiri pertemanan yang tidak sehat adalah bentuk self-care yang penting.

5. Evaluasi Diri dan Hindari Pola yang Sama

Tanpa disadari, seseorang bisa terjebak dalam pola pertemanan yang sama berulang kali. Coba evaluasi bagaimana kamu memilih teman dan apa yang kamu toleransi dalam hubungan. Jika ada pola yang berulang, cari tahu penyebabnya dan ubah cara kamu membangun pertemanan agar ke depannya lebih sehat.

Pertemanan yang sehat seharusnya membawa kebahagiaan dan mendukung pertumbuhan diri. Jika hubungan tersebut lebih banyak membawa dampak negatif, jangan ragu untuk menjauh dan mencari lingkungan yang lebih positif. Ingat, kualitas pertemanan lebih penting daripada kuantitasnya.

  • Tag:
  • Teman Toxic
  • Relationship

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today