Ariana Grande Diganggu Saat Premiere Wicked: Kronologi Lengkap Insiden yang Bikin Gempar Singapura
JAKARTA, GENVOICE.ID - Acara premiere film Wicked: For Good di Universal Studios Singapura yang seharusnya menjadi momen meriah justru berubah jadi tegang, Gen. Ariana Grande, yang hadir bersama jajaran pemeran lainnya, mengalami gangguan dari seorang pria yang tiba-tiba menerobos barisan media. Kejadian ini langsung menarik perhatian publik karena berlangsung di tengah keramaian dan disaksikan banyak orang. Momen yang harusnya jadi perayaan film justru berubah jadi situasi yang membuat Ariana terlihat syok dan tidak nyaman. Insiden ini pun viral dalam hitungan jam karena beredar luas di media sosial dan media internasional.
Menurut laporan People, pria tersebut berlari ke arah Ariana dan para pemeran lain tanpa izin. Ia mengenakan baju putih dan celana pendek, lalu tiba-tiba melingkarkan lengannya ke tubuh Ariana sambil menarik sang penyanyi ke arahnya. Ariana terlihat berusaha menjauh, menunjukkan bahwa situasi itu benar-benar tidak ia harapkan. Ketegangan meningkat ketika Cynthia Erivo, pemeran Elphaba, langsung sigap melindungi Ariana. Cynthia berdiri di antara pria tersebut dan Ariana sambil berteriak, sampai petugas keamanan datang dan menarik pria itu menjauh.
Setelah kejadian, Ariana tampak menarik napas panjang berulang kali untuk menenangkan diri. Cynthia Erivo dan Michelle Yeoh yang berada di lokasi juga terlihat mencoba menenangkan rekan mereka yang jelas terguncang. Reaksi Ariana yang terlihat masih syok membuat banyak penggemar khawatir dengan kondisinya.
Tidak lama kemudian, identitas pelaku langsung dikenali publik. Dia adalah Johnson Wen, yang selama ini dikenal sebagai "Pyjama Man". Aksi nekatnya bahkan diunggah sendiri ke Instagram, lengkap dengan caption, "Dear Ariana Grande, Thank You for letting me Jump on the Yellow Carpet with You."
Ternyata, ini bukan pertama kalinya Wen bertindak mengganggu acara selebritas. Sebelumnya ia pernah muncul tanpa izin dalam pertunjukan Katy Perry dan juga menerobos konser The Weeknd. Reputasinya sebagai pengacau acara publik memang sudah dikenal luas.
Menurut laporan BBC, pengadilan Singapura kini sudah memproses Wen atas tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Jika terbukti bersalah, ia bisa dikenai denda hingga 2.000 dolar Singapura atau sekitar Rp25,8 juta. Kasus ini menjadi peringatan penting soal keamanan publik, terutama dalam acara yang menghadirkan selebritas internasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!