Profil Rudy Mas'ud, Gubernur Kaltim yang Disorot Usai Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Gubernur Rudy Mas'ud menjadi perhatian publik setelah polemik rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar mencuat. Di tengah sorotan tersebut, profil dan kekayaan orang nomor satu di Kalimantan Timur ikut ramai dibahas.
Rudy Mas'ud lahir di Balikpapan pada 7 Desember 1981. Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Mulawarman. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2006, lalu melanjutkan studi Magister Ekonomi pada 2020. Gelar doktor di bidang ekonomi dan bisnis juga diselesaikannya di kampus yang sama pada 2024.
Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Rudy dikenal sebagai pengusaha. Ia sempat menjabat Dewan Komisaris PT Barokah Bersaudara Perkasa dalam rentang 2000-2018, serta Direktur Utama PT Barokah Gemilang Perkasa pada periode 2008-2018. Bisnis yang digelutinya antara lain berkaitan dengan sektor bahan bakar kapal.
Karier politik Rudy mulai menguat menjelang 2020. Ia dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur periode 2020-2025. Di tingkat nasional, ia juga pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar bidang pertahanan untuk periode 2019-2024.
Rudy kemudian melangkah ke parlemen dengan terpilih sebagai anggota DPR RI Komisi VII periode 2019-2024. Setelah itu, ia maju dalam pemilihan kepala daerah 2024 berpasangan dengan Seno Aji dan berhasil memenangkan kontestasi, mengantarkannya menjadi Gubernur Kalimantan Timur.
Dari sisi kekayaan, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025 mencatat total harta Rudy mencapai sekitar Rp166 miliar. Aset terbesarnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan serta wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan nilai sekitar Rp26,5 miliar.
Ia juga tercatat memiliki sejumlah kendaraan, di antaranya Honda CR-V 2010, Honda Freed 2008, dan Suzuki X-Over 2007 dengan total nilai sekitar Rp250 juta. Selain itu, Rudy melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp450 juta dan kas serta setara kas sekitar Rp28 miliar.
Namun dalam laporan yang sama, Rudy juga memiliki utang cukup besar, yakni sekitar Rp112 miliar. Dengan demikian, nilai kekayaan bersihnya tetap berada di kisaran ratusan miliar rupiah.
Sorotan terhadap profil dan kekayaan Rudy menguat seiring polemik mobil dinas miliaran rupiah yang sempat memicu kritik publik. Meski rencana pengadaan kendaraan tersebut akhirnya dibatalkan, perdebatan soal transparansi dan gaya hidup pejabat daerah masih terus bergulir di ruang publik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!