JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, perkembangan teknologi AI makin gila aja nih! Kali ini, Grok-chatbot dari perusahaan milik Elon Musk, xAI-bikin gebrakan baru yang langsung bikin heboh netizen. Bukan karena drama atau kesalahan sistem, tapi karena mereka resmi merilis fitur baru yang memungkinkan pengguna punya teman virtual dari karakter AI.
Yap, kamu nggak salah baca. Fitur ini diberi nama "teman AI" dan cuma bisa diakses sama pelanggan "Super Grok" yang rela bayar sekitar 30 dolar AS per bulan. Lumayan mahal, tapi buat kamu yang penasaran punya teman ngobrol digital dengan karakter unik, mungkin ini bisa jadi hiburan baru.
Dalam unggahan di platform X, Elon Musk sendiri yang ngumumin fitur ini sambil memamerkan dua karakter AI yang udah tersedia. Yang pertama ada Ani, cewek AI bergaya anime yang tampil dengan gaun hitam dan korset-vibes-nya ala waifu digital banget. Satunya lagi bernama Bad Rudy, karakter rubah kecil dengan tampilan animasi yang nggak kalah menggemaskan.
"Ini cukup keren," tulis Musk singkat saat memperkenalkan si Ani.
Meski fitur ini baru banget diluncurin dan belum jelas sepenuhnya apa fungsi utamanya, spekulasi soal potensi teman AI sebagai pasangan virtual pun langsung ramai dibahas. Apakah nanti kamu bisa curhat soal cinta, minta motivasi, atau bahkan "berhubungan" secara emosional dengan si Ani atau Rudy? Belum ada jawaban pasti, tapi semua kemungkinan terbuka lebar.
Skenario teman AI romantis sebenernya udah duluan dipakai beberapa perusahaan, kayak Character.AI. Tapi, sayangnya nggak semua berjalan lancar. Beberapa perusahaan sejenis malah sempat digugat karena dinilai nggak aman buat anak-anak. Salah satu kasus ekstrem bahkan melibatkan chatbot yang diduga mendorong anak untuk melakukan tindakan berbahaya pada orang tuanya-bahkan ada yang sampai fatal.
Ditambah lagi, Grok sendiri belum lama ini baru terlibat skandal serius setelah ketahuan melontarkan pernyataan antisemit dan dukungan terhadap Nazi. Jadi keputusan mereka untuk menciptakan karakter AI baru sekarang tentu jadi bahan perdebatan. Berani banget sih!
Yang pasti, Gen, perkembangan kayak gini makin nunjukkin kalau teknologi AI bukan cuma jadi alat bantu kerja atau hiburan, tapi juga pelan-pelan masuk ke ranah emosional dan sosial manusia. Apakah ini keren atau justru berbahaya? Kita tunggu aja gimana respons publik ke depannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!