Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM Turun atau Tetap Naik?

Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM Turun atau Tetap Naik?
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Turunnya harga minyak dunia setelah muncul sinyal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan pertanyaan baru di Indonesia. Apakah harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM nonsubsidi, juga akan ikut turun dalam waktu dekat?

Sejumlah pengamat menilai peluang penurunan harga BBM memang terbuka, meski dampaknya tidak akan langsung terasa dalam waktu singkat.

Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan pelemahan harga minyak dunia berpotensi menekan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) gasoline yang selama ini menjadi salah satu acuan utama dalam penetapan harga BBM nonsubsidi di Indonesia.

Menurutnya, apabila tren penurunan harga minyak berlanjut hingga akhir Juni, harga BBM nonsubsidi berpeluang mengalami penyesuaian pada awal bulan depan.

"Jika harga minyak terus melemah, harga MOPS gasoline bulan Juni juga berpotensi turun. Kondisi ini bisa membuka ruang bagi penurunan harga BBM nonsubsidi pada periode penyesuaian berikutnya," ujarnya.

Konflik Mereda, Pasar Energi Bernapas Lega

Pengamat energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi sentimen positif bagi pasar energi global.

Sebelumnya, konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sempat mendorong lonjakan harga minyak akibat kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia, terutama setelah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak internasional.

Kini, dengan adanya sinyal perdamaian dan rencana pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut, harga minyak mulai bergerak turun.

Yayan memperkirakan harga minyak masih akan berada di kisaran US$80 hingga US$90 per barel sampai akhir musim panas. Sementara pada awal musim dingin, harga diperkirakan bergerak di rentang US$75 hingga US$85 per barel.

Meski demikian, ia menilai harga minyak belum akan langsung kembali ke level normal seperti sebelum konflik terjadi.

Indonesia Diperkirakan Tetap Impor dari Timur Tengah

Di tengah potensi stabilisasi pasar energi, Indonesia diperkirakan masih akan melanjutkan kontrak impor minyak dari kawasan Timur Tengah.

Menurut Yayan, pemulihan produksi minyak di wilayah tersebut membutuhkan waktu sehingga perubahan pola pasokan tidak akan terjadi secara instan.

Karena itu, dampak penurunan harga minyak dunia terhadap biaya impor energi Indonesia kemungkinan baru akan terlihat secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 4 Persen

Pada perdagangan Senin (15/6), harga minyak dunia tercatat mengalami penurunan tajam setelah muncul perkembangan positif dari perundingan antara AS dan Iran.

Harga minyak mentah Brent turun sekitar 4,1 persen menjadi US$83,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 4,72 persen ke level US$80,87 per barel.

Penurunan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pejabat Iran memberikan sinyal bahwa kedua negara telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan damai yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dengan kondisi tersebut, peluang turunnya harga BBM nonsubsidi di Indonesia memang semakin besar. Namun, keputusan penyesuaian harga tetap akan bergantung pada perkembangan harga minyak global, pergerakan MOPS, nilai tukar rupiah, serta kebijakan pemerintah dan badan usaha energi dalam beberapa pekan ke depan.

 
D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE