Guardiola Tanggapi Kritik Capello yang Sebut Dirinya Merusak Sepak Bola Italia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pep Guardiola merespons kritik tajam Fabio Capello yang menuduhnya telah merusak sepak bola Italia dan membuat permainan menjadi membosankan. Komentar tersebut disampaikan Capello dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol, El Mundo.
Capello, mantan pelatih timnas Inggris dan sejumlah klub besar, menilai bahwa gaya permainan Guardiola terlalu dominan dan membuat tim lain mencoba menirunya tanpa keberhasilan. "Dia telah merusak sepak bola. Semua orang menghabiskan 10 tahun mencoba meniru dia. Itu menghancurkan sepak bola Italia. Sebuah bencana dan juga kebosanan yang membuat banyak orang meninggalkan sepak bola," ujar Capello.
Menanggapi kritik tersebut, Guardiola bersikap santai dan bahkan menyelipkan candaan dalam jawabannya. "Saya mendengarkan semua yang orang katakan tentang saya. Semua. Jadi hati-hati, saya mengawasi kalian," ujarnya sambil tersenyum. Ia juga menegaskan bahwa Capello sudah beberapa kali melontarkan kritik serupa. "Ini bukan pertama kalinya Tuan Fabio Capello mengatakan hal itu. Saya tidak cukup bagus untuk memenangkan sepak bola Italia. Sepak bola Italia jauh lebih besar dari apa yang saya lakukan," tambahnya.
Hubungan antara Guardiola dan Capello bukanlah hal baru. Keduanya pernah bekerja sama ketika Guardiola bergabung dengan AS Roma pada tahun 2002. Namun, masa baktinya di Italia tidak berjalan mulus. Capello hanya memberinya kesempatan bermain empat kali di Serie A. Mengenai pengalaman tersebut, Guardiola pernah berkomentar, "Saya lebih mengenal bangku cadangan di Stadion Olimpico daripada lapangannya."
Sementara itu, Manchester City baru saja mengalami kegagalan di Liga Champions musim ini setelah tersingkir oleh Real Madrid di babak playoff. Ini adalah pertama kalinya sejak Guardiola melatih City pada 2016 bahwa timnya gagal mencapai babak 16 besar. Meski demikian, Guardiola mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasil tersebut.
"Kami memang tidak pantas berada di sana. Musim ini, kami pantas berada di sofa dengan segelas anggur," katanya. "Mudah-mudahan musim depan kami bisa tampil lebih baik dan berada di lapangan, bukan di sofa."
Kritik terhadap gaya permainan Guardiola bukanlah hal baru. Sejak menangani Barcelona, Bayern Munich, dan kini Manchester City, ia dikenal dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang sering kali dianggap terlalu dominan. Namun, Guardiola tetap mempertahankan pendekatannya dan terus meraih kesuksesan di berbagai kompetisi.
0 Comments





- Mantan Bintang Real Madrid Javier Dorado Meninggal
- PlayStation Network Alami Gangguan
- Aktris Lynne Marie Stewart Meninggal Dunia Setelah Sakit Mendadak
- Ditanya Soal Peluang Juara, Arteta Meninggalkan Wawancara
- Unit Metal Legendaris Black Sabbath Gelar Konser Reuni Sekaligus Konser Terakhir
- Film "Snow White" Diprediksi Raup Keuntungan di Pekan Perdana Penayangan
- Nvidia Investasi Ratusan Miliar Dolar untuk Manufaktur di AS, Dorong Ketahanan Rantai Pasok
- Instagram Perkenalkan Fitur Testimonials untuk Monetisasi Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!