Ungkap Alasan Bobon Santoso Jual Channel YouTube Rp20 Miliar dan Putuskan Pensiun
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kreator konten kuliner Bobon Santoso mengungkap alasan di balik keputusannya pensiun dari YouTube dan menjual kanalnya dengan nilai fantastis, mencapai Rp20 miliar. Pengakuan tersebut disampaikan langsung saat ia menjadi bintang tamu dalam Close The Door milik Deddy Corbuzier.
Dalam perbincangan itu, Bobon mengaku mengalami kelelahan mental dan tekanan finansial setelah bertahun-tahun membuat konten YouTube berdurasi panjang. Ia dikenal lewat konten memasak dalam skala besar yang kerap melibatkan masyarakat, termasuk program "Kuali Merah Putih" yang sempat viral.
Menurut Bobon, format konten panjang yang ia bangun justru menjadi beban tersendiri. Ia merasa pola konten tersebut sulit berkembang di ekosistem digital saat ini yang lebih cepat dan dinamis. Produksi video berdurasi 15 menit hingga satu jam dianggap tidak lagi relevan dengan tren konsumsi konten yang makin singkat.
Selain tekanan mental, faktor biaya produksi juga menjadi pertimbangan besar. Bobon mengungkap bahwa konten berskala besar membutuhkan dana tinggi, mulai dari logistik, tim produksi, hingga distribusi makanan dalam jumlah masif. Meski berdampak sosial luas, model bisnis seperti itu dinilai sulit bertahan jika hanya mengandalkan sponsor.
Ia juga mengakui bahwa selama ini pendapatan konten sangat bergantung pada endorsement. Ketika jumlah sponsor menurun, beban biaya produksi harus ditanggung sendiri. Bahkan, ia menyebut sering menutup sekitar 20-30 persen biaya operasional dari kantong pribadi setiap bulan.
Tak hanya soal uang, Bobon menyoroti tekanan psikologis sebagai alasan utama. Ia merasa setiap kunjungan ke daerah tidak lagi sekadar membuat konten, tetapi berubah menjadi ruang curhat masyarakat. Banyak warga menyampaikan aspirasi langsung kepadanya, yang kemudian menjadi beban emosional tersendiri.
Proses pascaproduksi juga menjadi faktor kelelahan. Bobon menyebut satu video berdurasi 40-50 menit bisa membutuhkan waktu pengeditan hingga satu bulan. Setelah kelelahan di lapangan, ia masih harus menghadapi proses editing panjang yang menguras energi.
Meski memilih meninggalkan YouTube, Bobon menegaskan tidak akan berhenti berkarya. Ia berencana tetap membuat konten, tetapi dengan format yang lebih ringkas melalui platform seperti Instagram dan TikTok. Menurutnya, video pendek memungkinkan pesan tetap tersampaikan tanpa membebani mental dan biaya produksi.
Keputusan menjual channel YouTube pun dianggap sebagai langkah untuk memulai fase baru dalam karier digitalnya. Bobon ingin tetap aktif berbagi konten sosial, namun dengan pendekatan yang lebih sederhana dan berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!