Disorot Kasus Dugaan Aniaya ART, Erin Akhirnya Buka Suara!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Rien Wartia Trigina atau yang dikenal sebagai Erin kembali menjadi sorotan publik di tengah dugaan kasus penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART).
Tak hanya soal kekerasan, isu lain yang ikut mencuat adalah terkait gaji ART yang disebut belum dibayarkan.
Menanggapi hal tersebut, Erin akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa belum dibayarkannya gaji bukan karena ditahan, melainkan karena masa kerja ART tersebut belum genap satu bulan.
"Belum ada gajian, belum satu bulan," ujar Erin dalam keterangannya.
Ia juga menambahkan bahwa pembayaran kepada pihak penyalur ART sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya, sehingga menurutnya tidak ada pelanggaran terkait hak pekerja.
Di sisi lain, Erin kembali membantah keras tudingan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah dan menegaskan bahwa kondisi di rumahnya dalam keadaan aman.
Menurut Erin, pihak kepolisian bersama pengurus lingkungan setempat, termasuk RW, telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Hasilnya, tidak ditemukan hal mencurigakan.
"Sudah dicek, aman," katanya.
Sebagai bentuk pembelaan, Erin mengaku telah mengantongi sejumlah bukti. Ia menyebut rekaman CCTV di rumah, keterangan ART lain, hingga kesaksian petugas keamanan sebagai pendukung bahwa tidak ada kekerasan yang terjadi.
Ia pun memilih menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak berwajib agar fakta sebenarnya bisa terungkap secara jelas.
Tak tinggal diam, Erin juga melaporkan balik dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh akun media sosial berinisial ND. Laporan tersebut kini sedang diproses dan dapat berujung pada ancaman pidana sesuai pasal yang berlaku.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan dari seorang perempuan berinisial H yang mengaku mengalami kekerasan fisik. Laporan itu dibuat pada 28 April 2026 dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Pihak kepolisian menyatakan akan mendalami kasus ini, termasuk menunggu hasil visum sebagai salah satu alat bukti utama. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, sementara proses hukum masih berjalan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!