Impor Baju Bekas Meledak, Mendag Siap Bahas Nasib Pedagang Thrifting Bareng Menteri UMKM
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, isu thrifting lagi panas dibicarakan belakangan ini. Bukan sekadar tren pakaian bekas premium yang laris di kalangan anak muda, tapi soal ledakan impor baju bekas yang disebut semakin mengganggu pasar lokal. Pemerintah akhirnya turun tangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan dirinya bakal segera bertemu Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, untuk membahas jalur penyelesaian buat para pedagang thrifting yang kini makin terjepit regulasi.
Budi menjelaskan rencana pertemuan itu saat konferensi pers di Nambo, Kabupaten Bogor. Menurutnya, langkah ini penting supaya pemerintah bisa duduk bersama dan mencari formula yang realistis, terutama bagi pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari penjualan pakaian bekas impor.
"Masalah yang di pedagang (thrifting) nanti kita sama-sama, nanti saya juga akan ketemu dengan Pak Maman minggu depan," ujar Budi Santoso, dilansir dari ANTARA. Ia melanjutkan bahwa pembahasan akan difokuskan pada jalan keluar paling memungkinkan.
"Jadi kita akan membicarakan bagaimana penyelesaian untuk pedagang-pedagang yang selama ini menjual pakaian bekas impor," katanya.
Di sisi lain, Maman Abdurrahman sebelumnya sudah membeberkan fakta yang bikin banyak pihak tercengang. Ia menyebut impor baju bekas yang pada 2021 hanya 7 ton, kini melonjak drastis menjadi 3.600 ton pada 2024. Bahkan per Agustus 2025 saja, jumlahnya masih berada di angka kurang lebih 1.800 ton. Maman menilai lonjakan ini sudah cukup untuk "mengusik" pasar domestik yang diisi produk-produk UMKM.
Karena itulah, Maman menegaskan bahwa penghentian impor baju bekas harus dilakukan secara tegas dan sistematis. Mulai dari hulunya dulu, yaitu penindakan di bea cukai. "Hulunya harus ditutup dulu. Sehebat-hebat apa pun kita memberikan pendampingan kepada UMKM dan lain sebagainya, kalau alur hulunya masih buka, nggak akan mungkin bisa (dihentikan)," tegas Maman.
Di bagian hilir, pemerintah berencana menyiapkan pendampingan kepada UMKM untuk berpindah ke produk lain. Tujuannya jelas: pelaku usaha yang tadinya menjual barang thrifting tetap bisa bertahan tanpa kehilangan mata pencaharian.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Maman memastikan pelaku UMKM tetap terlindungi, termasuk mereka yang selama ini bergantung pada perdagangan baju bekas. Pemerintah ingin penertiban thrifting dilakukan tanpa mencederai pengusaha kecil.
Dengan strategi yang menyentuh sisi hulu sampai hilir, Maman optimistis semua pihak bisa mendapatkan solusi terbaik tanpa harus saling dikorbankan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!