Harga Minyak Dunia Melonjak 2%! Investor Ketar-Ketir soal Tarif AS dan Sanksi Rusia
Kondisi Pasar Energi Global Memanas Akibat Kebijakan Amerika dan Ancaman Sanksi Tambahan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Harga minyak mentah dunia seperti Brent dan WTI naik lebih dari 2% akibat ketatnya pasokan global dan kekhawatiran soal tarif AS serta sanksi Rusia.
Harga minyak dunia lagi-lagi bikin geger pasar! Di akhir perdagangan Jumat (11 Juli 2025), harga minyak mentah global melonjak cukup tinggi, bahkan tembus lebih dari 2%. Kenaikan ini terjadi karena kekhawatiran investor soal kebijakan tarif baru Amerika Serikat dan ancaman sanksi tambahan terhadap Rusia yang bikin pasar energi global makin tegang.
Dilansir dari Reuters pada Minggu (13/7/2025), harga minyak Brent naik US$ 1,72 atau 2,5%, jadi US$ 70,36 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) asal AS juga ikutan naik US$ 1,88 atau 2,8%, jadi US$ 68,45 per barel. Angka ini cukup bikin pelaku pasar melek karena beberapa hari sebelumnya, harga minyak sempat jeblok gara-gara kekhawatiran pasar terhadap kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump.
Tapi sekarang situasinya berubah drastis. Badan Energi Internasional (IEA) mengungkapkan bahwa pasar minyak global ternyata jauh lebih ketat daripada kelihatannya. Lonjakan permintaan musim panas yang tinggi bikin kilang-kilang minyak kerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan logistik dan listrik di berbagai belahan dunia. Inilah yang bikin pasokan jadi makin seret, dan akhirnya berdampak ke harga.
Secara mingguan, Brent sudah naik sekitar 3% dan WTI naik 2,2%. Lonjakan ini makin memperkuat sentimen bahwa kekhawatiran investor bukan sekadar drama.
"Pasar mulai menyadari bahwa pasokan sedang ketat," sebut analis Phil Flynn dari Price Futures Group bilang.
Sementara itu, IEA masih memproyeksikan bakal ada peningkatan pasokan energi hingga akhir tahun. Tapi ironisnya, mereka juga menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan. Ini artinya, bisa aja ke depan terjadi surplus minyak, meskipun untuk sekarang harga tetap naik karena efek jangka pendek.
Analis dari Commerzbank juga menyoroti OPEC+ yang kabarnya akan meningkatkan produksi minyak secara signifikan. Meski ada ancaman kelebihan pasokan di masa depan, tapi dalam waktu dekat harga minyak kemungkinan tetap tinggi gara-gara sentimen pasar yang panas banget.
Kenaikan harga minyak dunia kali ini bikin pasar global makin panas dan penuh spekulasi. Di tengah kekhawatiran soal tarif AS dan potensi sanksi baru ke Rusia, para investor wajib waspada dengan perkembangan pasar energi ke depan. Apakah tren naik ini akan terus berlanjut, atau justru berbalik arah? Pantengin terus berita seputar harga minyak dunia biar kamu gak ketinggalan update penting!
0 Comments
- Saat Ojol Pakai Air Jordan Rp2 Juta Ketika Bertemu Gibran Rakabuming, Netizen Sebut Seperti Cosplay
- Rekomendasi Staycation Keluarga di Jakarta Selatan: Somerset Kencana Jakarta Tawarkan Promo Kamar Luas Mulai Rp 1,5 Juta...
- Daftar 12 Negara dengan IQ Terendah di Dunia 2026: Posisi Indonesia Mengejutkan!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!