Pastor Katedral Jakarta Soroti Hilangnya Rasa Kemanusiaan saat Kenaikan Yesus Kristus
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Jakarta tidak hanya menjadi momentum ibadah bagi umat Katolik, tetapi juga pengingat penting tentang nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam khotbah dan pesannya kepada umat, Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, mengajak masyarakat untuk kembali mendengarkan hati nurani agar tidak mudah menyakiti maupun menghakimi orang lain secara tidak adil.
Romo Yohanes menegaskan bahwa peristiwa Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna mendalam bagi umat beriman. Menurutnya, Yesus mempercayakan manusia untuk melanjutkan tugas kasih Tuhan di dunia, termasuk menghadirkan damai dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menjelaskan bahwa hati nurani menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia karena di sanalah Roh Kudus bekerja dan membimbing setiap orang untuk bertindak adil. Ketika rasa kemanusiaan mulai hilang, menurutnya hal itu menjadi tanda bahwa manusia mulai menjauh dari tugas yang dipercayakan Tuhan.
Romo Yohanes juga menyinggung berbagai persoalan yang terjadi saat ini, mulai dari perilaku saling menghakimi hingga konflik dan peperangan di sejumlah wilayah dunia. Ia menilai situasi tersebut menunjukkan semakin pudarnya rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, manusia seharusnya mampu menghadirkan kasih dan perdamaian seperti yang diajarkan Yesus semasa hidup-Nya. Ia mengingatkan bahwa Yesus dikenal sebagai sosok yang dekat dengan orang kecil, kaum miskin, dan mereka yang hidup dalam penderitaan.
Pesan tentang perdamaian menjadi salah satu poin utama yang disampaikan dalam perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus tahun ini. Romo Yohanes mengatakan bahwa umat memiliki tugas untuk membawa damai di lingkungan masing-masing, bukan justru memperkeruh keadaan dengan kebencian maupun perlakuan kasar terhadap orang lain.
Selain berbicara mengenai hubungan antarmanusia, Romo Yohanes turut menyoroti persoalan lingkungan hidup yang kini menjadi perhatian Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Ia mengajak umat agar lebih peduli terhadap alam dan seluruh makhluk hidup.
Menurutnya, ajaran kasih Tuhan tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga seluruh ciptaan. Karena itu, menjaga lingkungan dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab iman yang perlu dijalankan bersama.
Ia pun menyinggung kondisi udara Jakarta yang dinilai semakin memburuk akibat polusi. Romo Yohanes menyebut kualitas udara yang tidak sehat menjadi tanda perlunya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan hidup.
Persoalan sampah di Jakarta juga turut menjadi sorotan. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengelola sampah rumah tangga dan mulai membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Jakarta tahun ini pun tidak hanya membawa pesan spiritual, tetapi juga ajakan untuk memperkuat nilai kemanusiaan, menjaga perdamaian, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!