Telkom Siapkan Spin-off Bisnis Kabel Fiber untuk Perluas Jangkauan Usaha
JAKARTA, GENVOICE.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah mempersiapkan langkah strategis besar dengan memisahkan unit bisnis kabel fibernya, Infranexia, menjadi entitas mandiri. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan usaha sekaligus mengubah persepsi publik bahwa Telkom hanya fokus pada layanan seluler melalui Telkomsel.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, mengungkapkan bahwa potensi bisnis kabel fiber milik perusahaan sangat besar. "Panjang kabel fiber kami mencapai sekitar 180 ribu kilometer, setara empat kali keliling bumi. Kami juga memiliki 33 data center dan kantor yang tersebar di 15 negara," jelasnya di kantor Telkom, Senin (11/8).
Arthur menekankan bahwa selama ini aset tersebut "terikat" dalam struktur Telkom, sehingga tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pihak eksternal. Dengan spin-off, ia berharap pasar dapat melihat Telkom sebagai pemain besar di berbagai sektor teknologi, bukan hanya penyedia layanan seluler.
Proses Transfer Aset Besar-Besaran
Tahap awal pemisahan Infranexia melibatkan transfer aset senilai Rp150 triliun, yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Setelah menjadi entitas mandiri, Infranexia akan melayani berbagai pihak di luar Telkom, termasuk penyedia layanan internet, perusahaan teknologi global, dan sektor bisnis lainnya.
Arthur menyebutkan bahwa agenda spin-off ini menjadi prioritas utama direksi Telkom saat ini. "Kami membangun tim manajemen yang solid dan menyiapkan ekspansi ke wilayah baru. Eksekusi yang tepat sangat penting agar potensi bisnis ini dapat dimaksimalkan," ujarnya.
Membuka Akses untuk Semua Pemain
Langkah ini bukan yang pertama bagi Telkom. Sebelumnya, perusahaan telah membuka kepemilikan MitraTel bagi pihak eksternal, serta memfasilitasi penggunaan data center oleh perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan Microsoft.
Model bisnis yang diusung Infranexia nantinya bersifat terbuka, sehingga berbagai perusahaan-termasuk 1.300 lebih penyedia layanan internet di Indonesia-dapat memanfaatkan infrastruktur kabel fiber milik Telkom.
"Dengan model seperti ini, kami tidak hanya membatasi layanan untuk kebutuhan internal Telkom. Semua pemain bisa memanfaatkan infrastruktur ini, sehingga ekosistem digital nasional bisa tumbuh lebih cepat," tambah Arthur.
Dengan spin-off Infranexia, Telkom menargetkan peningkatan efisiensi, perluasan pasar, dan pemanfaatan optimal aset yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas digital Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!