Dewa United Gagal ke Semifinal, Jan Olde Riekerink Curhat Soal Nasib Sial dan Kekuatan Fisik Pemain Afrika
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar kurang sedap baru saja datang dari kancah sepak bola internasional yang melibatkan wakil Indonesia, Dewa United Banten FC. Tim kebanggaan warga Tangerang ini harus mengubur mimpi mereka untuk melaju lebih jauh di ajang AFC Challenge League musim ini. Perasaan kecewa yang mendalam nggak bisa disembunyikan oleh sang juru taktik, Jan Olde Riekerink, setelah anak asuhnya dipastikan gugur di babak perempat final.
Kekalahan tipis dengan agregat 2-3 dari tim asal Filipina, Manila Digger, benar-benar menjadi pukulan telak bagi seluruh elemen tim. Pertandingan leg kedua yang digelar di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, pada Kamis malam kemarin sebenarnya berlangsung sangat sengit dan penuh drama.
Namun, hasil imbang 2-2 di kandang sendiri ternyata nggak cukup untuk membalikkan keadaan setelah sebelumnya Dewa United harus menyerah 0-1 saat bertamu ke Manila. Kegagalan ini tentu sangat disayangkan, mengingat ekspektasi publik terhadap performa tim yang sedang naik daun ini sangatlah tinggi. Bagi para pecinta sepak bola lokal, momen ini menjadi bahan evaluasi besar mengenai bagaimana tim-tim Indonesia bersaing di level Asia yang semakin kompetitif di tahun 2026 ini.
Jan Olde sendiri menyoroti beberapa faktor teknis dan non-teknis yang membuat strategi timnya tidak berjalan sesuai rencana sejak awal laga. Padahal, persiapan yang dilakukan diklaim sudah cukup matang berdasarkan hasil analisis dari pertemuan pertama mereka. Namun, realita di lapangan hijau seringkali memberikan kejutan yang tidak terduga, dan kali ini nasib baik sedang tidak memihak pada klub berjuluk Anak Dewa tersebut. Meskipun gagal melangkah ke semifinal, perjuangan gigih yang ditunjukkan para pemain hingga menit akhir tetap patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya oleh kita semua.
Analisis Kekuatan Lawan dan Absennya Pemain Kunci
Jan Olde Riekerink memaparkan bahwa kekalahan ini tidak terlepas dari komposisi pemain Manila Digger yang sangat unik. Tim tamu diketahui menurunkan sembilan pemain asal benua Afrika, di mana tujuh di antaranya berasal dari Gambia. Hal ini menurut Jan memberikan keuntungan besar bagi lawan dalam hal kerja sama tim atau chemistry yang sangat solid. Pelatih asal Belanda tersebut mengaku tidak asing dengan gaya main seperti itu karena ia memiliki pengalaman melatih di sana selama beberapa tahun.
"Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika (Cape Town City), jadi saya cukup memahami karakter permainan seperti itu. Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis," kata Jan Olde seperti yang dilansir dari laman I.League pada Jumat.
Selain faktor fisik lawan, Dewa United juga harus menghadapi kenyataan pahit dengan absennya striker andalan mereka, Alex Martins, akibat cedera. Kehilangan sosok predator di kotak penalti membuat Jan terpaksa memutar otak dan memasang Vico Duarte sebagai pengganti darurat, meskipun hasilnya kurang maksimal. "Kami sedikit tidak beruntung karena penyerang kami, Alex Martins, mengalami cedera. Saat itu kami tidak memiliki pemain lain yang benar-benar bisa menggantikan posisinya sehingga Vico Duarte harus mengisi peran tersebut," jelasnya.
Kebangkitan di Babak Kedua dan Fokus Lawan Persija
Meski sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Pa Ousman Gai dan Modou Joof, Dewa United menunjukkan semangat pantang menyerah. Perubahan taktik di babak kedua dengan memasukkan Egy Maulana Vikri terbukti memberikan napas baru bagi serangan tim. Egy sukses memberikan assist ciamik yang dikonversi menjadi gol oleh Damion Lowe, hingga akhirnya skor berubah menjadi imbang 2-2. Jan Olde mengakui bahwa setelah perubahan tersebut, timnya mulai bisa menciptakan banyak peluang berbahaya.
Namun, nasi sudah menjadi bubur dan perjuangan di Asia harus berakhir di sini. Sekarang, fokus utama Jan Olde dan pasukannya adalah segera bangkit dan mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik. Dewa United sudah ditunggu oleh lawan berat, Persija Jakarta, dalam lanjutan Super League yang akan digelar pada Minggu ini pukul 20.30 WIB. Pertandingan yang akan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) tersebut diprediksi bakal menjadi ajang pembuktian bagi Anak Dewa untuk menunjukkan bahwa mereka sudah move on dari kegagalan di level internasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!