Udah Gede Masih Main Bully-Bullyan! Kemenkes Stop Sementara PPDS Unsri setelah Ada Kasus Perundungan

Udah Gede Masih Main Bully-Bullyan! Kemenkes Stop Sementara PPDS Unsri setelah Ada Kasus Perundungan
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi bahwa pihaknya udah nyuruh RSUP M.Hoesin buat ngeberhentiin sementara agenda Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesetaran Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), karena adanya peristiwa perundungan yang terjadi.

"Berdasarkan hasil investigasi tim, diketahui telah terjadi praktik perundungan berupa permintaan pembayaran (pungutan liar) oleh peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, (14/1).

Kalo kata Aji sih, sementara residensi itu dihentikan, mereka juga dikasih kesempatan buat RSUP M.Hoesin sama Fakultas Kedokteran (FK) Unsri, khususnya ya PPDS Ilmu Kesehatan Mata buat segera banget ngeberhentiin seluruh kegiatan yang ada kaitannya sama perundungan, juga diwajikan untuk ngelaporan peristiwa ini kepada pimpinan masing-masing.

Oiya, instruksi di atas juga ga cuman berlaku buat residensi FK Unsri doang, tapi resindensi yang lain juga.

Aji lebih lanjut juga negesin kalo RSUP M.Hoesin dan FK Unsri ini buat lebih memberikan sanksi yang tegas kepada pihak-pihak yang terlibat pada kasus saudari OA ini.

RSUP M.Hoesin sama FK Unsri juga diminta buat nyusun rencana aksi pencegahan perundungan yang diharapkan bakalan bikin semuanya lebih baik lagi ke depannya, serta melaporkan hasil dan progres rencana aksi kepada Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes.

Ini semua ada kaitannya sama kasus seorang mahasiswa dari PPDS Ilmu Kesehatan Mata FK Unsri di RSUP M.Hoesin yang diduga menjadi korban perundungan para seniornya. Kasus tersebut juga udah ke-blow up di sosial media, Gen.

Katanya sih, korban dikabarkan dipaksa buat ngebiayain para senior kurang ajarnya itu buat berbagai hal, kaya contohnya bayarin uang semesteran, pesta klub, alat olahraga, produk kecantikan hingga makan dan minum.

Lebih parahnya lagi, dari hasil perundungan tersebut, korban pernah sempet kepikiran buat ngeudahin kehidupannya dan mengundurkan diri dari pendidikan tersebut.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE