Bukan Pesawat Sembarangan, Berikut Spesifikasi ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Sulsel

Bukan Pesawat Sembarangan, Berikut Spesifikasi ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Sulsel
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat ini terbang dalam penerbangan charter dan dioperasikan oleh IAT, maskapai pemegang Air Operator Certificate (AOC) 034 yang sudah lama beroperasi di Indonesia.

ATR 42-500 yang terlibat dalam peristiwa ini bukan pesawat baru. Pesawat tersebut merupakan buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611. Saat kejadian, penerbangan dikomandani oleh Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Indonesia Air Transport sendiri bukan nama asing di dunia penerbangan nasional. Perusahaan charter ini berdiri sejak 1968 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2006. Selama puluhan tahun, IAT dikenal sebagai penyedia layanan penerbangan pesawat sayap tetap dan helikopter, khususnya untuk mendukung industri pertambangan, minyak, dan gas di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui situs resminya, Indonesia Air menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Audit keselamatan dilakukan secara rutin, baik oleh otoritas pemerintah maupun auditor independen yang ditunjuk perusahaan-perusahaan migas. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh operasional penerbangan selalu memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional.

Saat ini, Indonesia Air mengoperasikan tiga tipe armada utama, yakni Embraer Legacy 600, Airbus Helicopter EC 155 B1, dan ATR 42-500. Khusus ATR 42-500, pesawat ini dikenal sebagai pesawat turboprop andal yang mampu mengangkut hingga 46 penumpang di luar awak kabin.

ATR 42-500 dilengkapi mesin dan baling-baling generasi baru, serta kabin dengan desain modern. Pesawat ini mampu terbang hingga ketinggian maksimum 7.620 meter dengan kecepatan jelajah mencapai 556 kilometer per jam. Interior kabinnya dirancang untuk kenyamanan, bahkan memungkinkan pengaturan ruang kerja dan konferensi di udara dengan nuansa mewah.

Tak hanya itu, seri ATR 42 juga terdaftar dalam program Part by Hour dari Sabena. Keikutsertaan dalam program ini menandakan pesawat memenuhi standar ketat dalam aspek pemeliharaan, operasional, dan komersial, sehingga dinyatakan laik terbang dan sesuai dengan regulasi keselamatan penerbangan yang berlaku.

Sementara itu, terkait insiden hilang kontak ini, AirNav Indonesia telah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) guna mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan. Operasi SAR masih terus berlangsung untuk memastikan keberadaan pesawat dan seluruh awak di dalamnya.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE